Probolinggo,- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, sapi milik Dedy Rekta Andoko, warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto.
Sapi jenis limosin bernama Ronggo Waseso itu memiliki bobot 1,2 ton yang dibeli dengan harga Rp100 juta. Selama ini, sapi berusia 2,5 tahun dipelihara di 02 Lembu Amanah Farm yang berlokasi di Desa Clarak.
Pemilik sapi, Dedy Rekta Andoko, mengaku bersyukur dan bangga karena sapi ternaknya dipilih sebagai hewan kurban orang nomor satu di Indonesia.
Sapinya, merupakan satu-satunya sapi yang terpilih di Probolinggo setelah melalui seleksi panjang yang begitu ketat oleh Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo dalam satu bulan terakhir.
Sebelum terpilih menjadi hewan qurban pesiden, sapi tersebut pernah menjadi juara dalam kontes Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Nasional 2025 Sesi 2 yang berlangsung di Jember.
“Tentu saya bahagia dan bangga. Sapi yang selama ini saya rawat dengan telaten dan penuh kasih sayang, akhirnya dipilih presiden sebagai hewan qurban,” kata Dedy, Jum’at (22/5/25).
Dijelaskan Dedy, sapi itu dibeli saat berusia sekitar 18 bulan. Selama masa perawatan, sapi tidak pernah terpapar penyakit sehingga pertumbuhan bobotnya meningkat sangat signifikan.
“Sekitar enam bulan lalu bobotnya masih 870 kilogram, nah sekarang sudah mencapai 1,2 ton,” papar peternak berusia 41 tahun ini.
Dikonfirmasi terpisah, dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, drh. Dandi Narindra Prabowo menyebut, vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) menjadi faktor utama sebelum diputuskan dibeli untuk qurban presiden.
“Vaksinasi PMK dan LSD wajib karena Indonesia sendiri belum bebas dari PMK. Untuk sapi di kandang sini sudah tervaksin semua, jadi aman, termasuk sapi qurban presiden ini,” bebernya.
Ia menjelaskan, sapi yang dibeli presiden selama ini memang mendapatkan perawatan khusus, dibandingkan sapi lainnya. Hal itulah yang membuat pertumbuhan sapi lebih pesat.
“Memang perawatannya berbeda dengan sapi lain. Dari segi pakan, perawatan mandi, kebersihan kandang, hingga vaksinasi wajib dilakukan secara rutin,” drh. Dandi menegaskan.
Saat ini, peternak masih menunggu surat resmi dari pemerintah daerah terkait lokasi penyaluran sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto ini. (*)











