PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo tengah mengalami krisis darah, khususnya golongan darah O. Per tanggal 13 Juni ini, hanya ada 30 kantong darah golongan O yang hanya bisa bertahan sampai tiga hari mendatang.

Ketua PMI Kota Probolinggo Indi Eko Yanuarto menjelaskan, saat ini ketersediaan stok darah golongan A ada 60 kantong; golongan B ada 36 kantong; golongan O hanya 30 kantong dan golongan AB 36 kantong. Total ada 162 stok kantong darah di UDD setempat.

“Ya, kami mengalami krisis daerah terutama golongan O. Sekarang hanya ada 30 kantong yang cukup untuk tiga hari ke depan. Padahal stok harus banyak karena yang membutuhkan sangat banyak,” ujar Indi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, teritorial UDD Kota Probolinggo sangat kecil namun berbicara kemanusiaan maka pelayanan permintaan darah dari Paiton hingga Tongas (Kabupaten Probolinggo) pun harus disiapkan.

“Lebaran sebenarnya sudah totalitas, mulai kami tempatkan mobil unit donor darah di departemen store di Jalan Dr Soetomo, Alun-alun hingga gereja.. Namun ternyata tetap, golongan darah O mengalami krisis,” jelasnya.

Jika sampai tiga hari ke depan stok darah O masih kurang, UDD akan meminta ke Lumajang. Karena saat ini stok darah dalam kondisi siaga 1, PMI telah menempatkan mobil unit di Alun-alun untuk mendongkrak partisipasi masyarakat donor darah.

Selain di Alun-alun, tempat yang layak standar operasionalnya dalam pengambilan darah adalah di UDD PMI di Jalan Soekarno Hatta. Namun karena sifatnya emergency, maka mobil unit di Alun-alun tetap bisa menjadi alternatif tempat berdonor darah.

“Kami berharap masyarakat Kota Probolinggo khususnya pemilik darah 0 mendonorkan darahnya. Karena darah bapak ibu sekalian dibutuhkan untuk nyawa saudara kita yang membutuhkan,” harapnya. (*)

 

Penulis : Mohamad Rochim
Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here