PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Sosial media bak pedang bermata dua. Di satu sisi menguntungkan, sisi lain berimbas pada keburukan. Akibat dibajak (di-hack) oknum tak bertanggung jawab, nomor Whatsapp Kasat Polisi Pamong Praja (PP) Kota Probolinggo, Agus Effendi berujung penipuan.

Agus mengaku, nomor WA-nya dibajak Selasa (11/6) kemarin. Sejak pukul 08.30 nomor WA tersebut tidak bisa digunakan. Informasi yang didapat sejumlah nomor kontak yang disimpan di handphone (HP)-nya menjadi sasaran permintaan uang (penipuan).

Bahkan Sekda Kota (Sekdakot) Probolinggo, dr Bambang Agus Suwignyo tertipu. Sehingga uang 6 juta melayang begitu saja setelah ia kirimkan. Ia mengira itu adalah permintaan resmi dari Kasat Pol PP Agus Effendi.

Hal itu ia akui karena sebelumnya pada Selasa kemarin, tengah berbincang-bincang dengan anggota Denpom di kantornya. Saat asyik ngobrol, ia mendapat pesan singkat di WA dari orang yang mengatasnamakan Haris, salah satu Kabid di Satpol PP Provinsi Jawa Timur.

Haris sendiri menawarkan sebuah bisnis. Ia juga meminta jika ada SMS yang masuk ke ponsel Agus Efendi supaya di-copy dan dikirim balik ke Haris. Selang dua jam setelah Agus Efendi mengirim copy-SMS tersebut, WA Agus langsung error.

“Jadi identitas saya itu kena hack oleh oknum yang tak tahu siapa. Lalu tiap kontak dimintai sejumlah uang menggunakan WA atas nama saya. Nah yang jadi korbannya adalah Pak Sekda. Ia sempat mentransfer uang 6 juta rupiah,” ucap Agus pada awak media, Rabu (12/6/2019).

Ia sadar setelah Sekdakot menelpon dirinya dengan maksud menanyakan untuk apa meminjam uang sebanyak Rp 6 juta. Agus kemudian membaca kembali SMS tersebut ternyata isinya kode PIN pribadinya, barulah dia sadar jika tertipu.

Sorenya ia pun melaporkan kasus ini ke Polres Probolinggo Kota. Sejumlah bukti ia berikan termasuk screenshot percakapan SMS, permintaan uang termasuk bukti pengiriman uang.

“Sudah saya laporkan kemarin, dan nomor WA itu sudah tidak aktif. Saya imbau jika ada nomor WA lama itu kembali beredar bisa dipastikan bukan dari saya dan jangan dilayani,” harap Agus. (*)

 

Penulis : Rahmad Soleh
Editor : Ikhsan Mahmudi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here