Probolinggo,— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat guna mendorong percepatan pembangunan daerah.
Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, pun melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahim balasan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, untuk membahas berbagai isu strategis.
Kunjungan yang berlangsung Kamis (17/9/26) di Jakarta itu, menjadi wadah penting untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan agenda nasional, khususnya pada sektor perlindungan sosial, layanan dasar, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Haris menegaskan bahwa fokus utama dari pertemuan tersebut adalah memastikan bahwa setiap langkah pembangunan daerah berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Silaturahim sekaligus kunjungan balasan kami kepada Menko PMK menjadi ruang untuk membicarakan masa depan Kabupaten Probolinggo: bagaimana pembangunan benar-benar memperkuat manusia dan melindungi lingkungan tempat mereka hidup,” ujar Gus Haris, sapaannya.
Dalam aspek pembangunan sumber daya manusia dan perlindungan sosial, diskusi berfokus pada langkah preventif penanganan isu sosial serta peluang kemitraan dengan pemerintah pusat.
Gus Haris menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan dini, peningkatan perlindungan bagi perempuan dan anak, serta mendorong daerahnya agar dapat dijadikan lokasi percontohan program pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, dilaporkan pula oleh Gus Haris perkembangan terkini terkait langkah penanganan dan pemulihan kawasan Bromo pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prioritaskan Sektor Layanan Dasar masyarakat
Pemkab Probolinggo mendorong penguatan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) untuk jaminan kesehatan masyarakat, optimalisasi pendidikan anak usia dini, hingga penerapan pendekatan pembelajaran multigrade.
Di samping itu, disampaikan pula potensi Kabupaten Probolinggo sebagai daerah tujuan investasi industri yang siap menyerap tenaga kerja lokal.
Melalui sinergi yang terbangun ini, Gus Haris berharap hasil diskusi dapat segera terealisasi dalam bentuk program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Harapannya, komunikasi ini berlanjut menjadi kerja sama yang nyata. Masyarakat semakin terlindungi, layanan semakin baik, dan Probolinggo semakin berdaya saing,” ungkapnya.
Gandeng BPS untuk Pemutakhiran Data
Pada kesempatan itu, Gus Haris juga memaparkan langkah Pemkab Probolinggo yang tengah menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan kondisi sosial masyarakat secara akurat.
“Pendataan lapangan ini menyasar sekitar 387 ribu keluarga di wilayah Kabupaten Probolinggo dengan mengukur 39 variabel sosial dan ekonomi,” Gus Haris menegaskan.
Gus Haris menilai, pemutakhiran data secara langsung perlu dilakukan untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.
Langkah ini juga mendukung target pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan sesuai arah RPJMD, sekaligus merespons dinamika pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.
“Melalui pendataan intensif dari rumah ke rumah, BPS dan Pemkab Probolinggo mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memverifikasi data sosial agar kebijakan perlindungan sosial di masa mendatang lebih objektif dan inklusif,” sampainya. (*)












