Lumajang,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyebut, pembangunan infrastruktur jalan yang rusak tidak bisa dilakukan sekaligus.

Setiap tahun, pemerintah daerah menargetkan pembangunan sekitar 20 ruas jalan dengan pelaksanaan secara bertahap.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan keterbatasan kekuatan anggaran menjadi salah satu alasan pembangunan jalan harus dilakukan secara bertahap.

Menurut dia, kebutuhan untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur jalan membutuhkan anggaran yang besar.

“Setiap tahun kita bangun infrastruktur jalan sebanyak 20 ruas. Harus bertahap, karena kekuatan anggaran kita terbatas,” kata Indah, Rabu (16/9/26).

Indah mengatakan kondisi pembangunan infrastruktur jalan saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pihaknya masih harus membagi kemampuan anggaran untuk sejumlah kebutuhan dasar lainnya.

Sebab, selain infrastruktur, anggaran pemerintah daerah juga dialokasikan untuk sektor prioritas lainnya pada bidang pendidikan dan kesehatan.

Ia menilai, pemerintah tidak hanya menghadapi kebutuhan pembangunan jalan, tetapi juga harus memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan.

Kita masih harus mengalokasikan anggaran untuk pendidikan, kesehatan,” jelasnya.

Salah satu kebutuhan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung layanan puskesmas yang tidak memungut retribusi. Pemerintah perlu menyediakan anggaran untuk menopang kebutuhan obat-obatan standar di puskesmas.

“Puskesmas gratis tidak ada retribusi, itu membutuhkan anggaran untuk mensuport obat-obatan standar di puskesmas dan itu gratis,” beber Indah.

Selain layanan puskesmas, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk pelayanan persalinan gratis bagi masyarakat tanpa terkecuali.

“Ibu melahirkan gratis dan itu juga butuh dukungan anggaran yang cukup besar,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pembangunan jalan harus berjalan beriringan dengan pembiayaan layanan dasar lainnya. Pemerintah memilih melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap dengan target sekitar 20 ruas setiap tahun.

Indah menegaskan penyelesaian seluruh infrastruktur jalan membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Sementara kemampuan anggaran daerah juga harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Untuk menyelesaikan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak ini, tentu diburuhkan banyak anggaran,” ia memungkasi. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.