Probolinggo,- Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo secara resmi mengeluarkan imbauan terkait pelaksanaan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo.

Salah satu poin utamanya menekankan agar penyelenggaraan karnaval dan pawai tidak menampilkan unsur yang berkaitan dengan pornografi maupun kemaksiatan.

Imbauan tersebut dituangkan melalui Tausiyah MUI Kota Probolinggo Nomor: 005/MUI/KTPRB/VIII/2026. Tausiyah ini diterbitkan sejak Senin (3/8/2026) dan telah disosialisasikan ke berbagai pihak, termasuk jajaran Pemerintah Kota Probolinggo.

Ketua MUI Kota Probolinggo, KH. Muhammad Sulton, menegaskan bahwa esensi dari peringatan kemerdekaan bukan hanya diukur dari seberapa meriahnya acara, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai moral dan akhlak tetap terjaga di tengah masyarakat.

Menurutnya, Tausiyah ini diharapkan bisa menjadi panduan utama bagi seluruh penyelenggara maupun peserta kegiatan.

Dalam Tausiyah tersebut, MUI Kota Probolinggo menggarisbawahi lima poin imbauan penting bagi masyarakat dan pihak penyelenggara:

Pertama, Kreatif dan Bebas Pornografi: Karnaval serta pawai diharapkan berlangsung secara kreatif dan edukatif, serta sepenuhnya bersih dari unsur erotisme, pornografi, maupun tindakan maksiat.

Kedua, Berpakaian Sopan: Seluruh peserta imbau untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tidak menampilkan pakaian atau gaya yang bertentangan dengan syariat Islam serta norma sosial masyarakat.

Ketiga, Memperhatikan Waktu Salat: Penyusunan jadwal kegiatan diminta agar mempertimbangkan waktu-waktu ibadah, sehingga peserta dan masyarakat tetap dapat menunaikan salat tepat waktu.

Keempat, Momentum Penguat Syukur: Peringatan HUT Kemerdekaan hendaknya dijadikan sarana untuk memperkuat rasa syukur kepada Tuhan, memupuk jiwa nasionalisme, mempererat tali persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Kelima, Menjaga Ketertiban Umum: Masyarakat diajak secara bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan lingkungan, serta saling menghormati hak-hak pengguna jalan selama rangkaian acara berlangsung.

Melalui rilis Tausiyah ini, MUI Kota Probolinggo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momen Peringatan HUT RI dan Hari Jadi Kota Probolinggo sebagai sarana memperkokoh semangat kebangsaan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.