Probolinggo,– Marfu’ah (50) menjadi korban pembegalan di Jalan Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Kamis pagi (30/7/2026).
Sebelum membawa kabur sepeda motor korban, pelaku lebih dulu mendorong korban hingga terjatuh ke saluran irigasi.
Ditemui di rumahnya, korban menceritakan nahas yang menimpanya. Saat itu, dirinya mengendarai Honda Beat merah putih dan hendak pulang dari pasar usai berbelanja kebutuhan untuk warung rujaknya.
Setibanya di lokasi kejadian sekitar pukul 07.30 WIB, korban dipepet oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Pelaku kemudian memaksa korban turun dari sepeda motornya.
Karena kesulitan turun akibat membawa banyak barang belanjaan, salah satu pelaku langsung mendorong korban hingga terjatuh ke saluran irigasi di sisi timur jalan.
Setelah korban terjatuh, kedua pelaku langsung membawa kabur sepeda motor milik korban ke arah selatan. Sementara korban terjerembab ke saluran irigasi.
“Setelah didorong, saya terjatuh ke sungai di sebelah timur jalan. Pelaku kemudian kabur membawa motor saya ke arah selatan,” ujar Marfu’ah, Jumat (31/7/26).
Tak lama setelah kejadian, warga sekitar datang memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.
Marfu’ah mengalami luka memar akibat terjatuh dan kemudian diantar pulang ke rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Korban menyebut kedua pelaku masih berusia muda, bertubuh tidak terlalu tinggi dan tidak gemuk. Keduanya mengendarai Honda Scoopy dengan salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis celurit.
“Motor itu saya beli secara tunai, jadi kerugian saya sekitar Rp17 juta. Sampai sekarang saya belum melaporkan kejadian ini ke polisi, meski kemarin sudah ada beberapa anggota polisi yang datang ke rumah,” imbuhnya.
Saat ini, kasus pembegalan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Polisi disebut-sebut datang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. (*)












