Probolinggo,- Pembegalan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo, tepatnya di Jalan Raya Pantura, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, pada Kamis subuh (23/7/2026).

Ironisnya, pelaku berhasil membawa kabur dua sepeda motor milik korban dan seorang warga yang datang hendak memberikan pertolongan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Korban pertama, Eka Dewi Agustin (28), warga Dusun Krajan, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, saat itu hendak berangkat bekerja di rumah laundry di Kota Probolinggo.

Sesampainya di tikungan Pantai Bentar, korban yang mengendarai Honda Scoopy bernopol N 2431 MD dipepet lalu disenggol oleh dua orang pria tak dikenal hingga terjatuh.

“Awalnya saya mengira hanya kecelakaan. Setelah berdiri saya minta tolong, lalu datang seorang pengendara motor. Tiba-tiba dua pelaku lain datang dan menodongkan celurit,” kata Eka, Kamis siang (23/7/26).

Eka menjelaskan, karena ketakutan, pengendara yang hendak menolong tersebut mundur. Saat itulah para pelaku membawa kabur motor miliknya dan motor milik pengendara tersebut ke arah barat.

Menurutnya, para pelaku mengenakan jaket hitam. Wajah mereka tidak terlihat jelas karena kondisi masih gelap, serta salah satu pelaku mengenakan sarung.

“Motor yang diambil pelaku itu hasil saya menabung dari bekerja di laundry. Kejadian ini sudah saya laporkan ke pihak kepolisian,” imbuh Eka.

Korban lainnya, Tulis (55), warga Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, mengatakan saat kejadian dirinya hendak berangkat bekerja setelah salat Subuh ke Miniatur Ka’bah.

Saat melintas di tikungan Pantai Bentar, ia melihat seorang perempuan terjatuh sehingga memarkirkan motornya dalam keadaan mesin masih menyala untuk memberikan pertolongan.

“Saat hendak menolong, datang dua orang mengendarai motor sambil mengeluarkan celurit. Karena takut, saya mundur sampai terjatuh ke selokan,” beber Tulis.

Ia melanjutkan, setelah dirinya mundur, pelaku langsung membawa kabur Honda Scoopy milik korban serta Yamaha Vega R bernopol N 4517 PV miliknya ke arah barat.

Tak hanya itu, sebelum melarikan diri, pelaku sempat mengucapkan kalimat dalam bahasa Madura, “Ikut-ikutan?” tutur Tulis menirukan ancaman pelaku.

“Alhamdulillah saya tidak terluka. Sampai sekarang kejadian ini juga belum saya laporkan ke polisi,” pungkas Tulis.

Lasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa membenarkan peristiwa tersebut. Menurutmya, kejadian tindak pidana pencurian dengan kekerasan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

“Saat ini, Satreskrim Polres Probolinggo dan fungsi terkait telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta melengkapi barang bukti,” tandasnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.