Probolinggo,— Sebanyak 1.215 anak yatim dan piatu dari seluruh wilayah di Kabupaten Probolinggo menerima santunan dalam peringatan Gebyar 10 Muharram 1448 H yang digelar di Pendopo Kecamatan Kraksaan, Kamis (25/6/26).

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzammil menyebut kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata dari ajaran Nabi Muhammad SAW dalam memuliakan anak yatim.

Meski dilaksanakan lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya, jangkauan santunan kali ini tetap merata hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Muzammil menjelaskan, penyederhanaan ini terjadi karena sebagian besar anggaran Muharram telah terserap pada kegiatan Ramadan.

“Dana yang tersedia, yang biasanya pada waktu gebyar Muharram ini luar biasa, sehingga karena sudah terserap di bulan Ramadan barusan, kami melaksanakan secara sederhana,” jelasnya.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis yang diwakili dua Korwil Pendidikan, yakni Kecamatan Gadingan dan Kraksaan, masing-masing dengan 50 anak penerima manfaat.

Muzammil menyampaikan, dari 50 anak per kecamatan, 30 siswa diantaranya berasal dari jenjang TK dan SD, sementara 20 lainnya merupakan siswa jenjang SMP.

Selain jumlah penerima, bentuk santunan yang diberikan Baznas Kabupaten Probolinggo dari tahun ke tahun terus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan.

Pada tahun sebelumnya, santunan diberikan dalam bentuk tas, seragam sekolah, alat tulis, dan uang saku. “Hari ini berupa uang tunai senilai,” ungkap Muzammil.

Agenda Rutin 

Muzammil menegaskan, santunan 10 Muharram adalah agenda yang tidak pernah absen sejak bertahun-tahun. Baginya, ini adalah momentum keagamaan yang memiliki nilai strategis jangka panjang.

“Dipastikan itu tiap tahun ada. Jadi, ini momentum yang sangat luar biasa dalam rangka memenuhi anjuran-anjuran yang sudah dianjurkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam,” tegasnya.

Muzammil menambahkan, lembaga pengelola zakat daerah yang dipimpinnya tidak hanya sekali ini menggelar santunan. Setidaknya, pihaknya dua kali santunan dalam rentang satu tahun hijriyah.

Santunan pertama berlangsung pada bulan Ramadan lalu, bekerja sama dengan Baznas Provinsi Jawa Timur, yang berlangsung di Gedung Madakaripura kantor Bupati Probolinggo.

“Itu luar biasa juga, semua hadir dari 24 kecamatan dihadirkan di ruang Madakaripura di bulan Ramadan barusan,” ujar Muzammil. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.