Lumajang,- Bupati Lumajang Indah Amperawati menegur kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengeluhkan minimnya anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Indah dalam Rapat Paripurna DPRD Lumajang dengan agenda Persetujuan Dewan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu, (24/6/2026).

Indah mengaku menerima laporan dari anggota DPRD mengenai adanya kepala OPD yang menyampaikan keluhan terkait keterbatasan anggaran.

“Saya ada laporan dari DPRD bahwa ada Kepala OPD yang menyampaikan ya begitu (anggarannya tidak ada, red),” kata Indah, Kamis (25/6/2026).

Indah tidak menyebutkan identitas kepala dinas yang dimaksud. Namun ia menegaskan keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah merupakan dampak dari kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat.

“Ya ada juga yang menyampaikan begitu (tidak ada anggaran, red), kan karena ada efisiensi itu,” jelasnya.

Menurut Indah, kondisi tersebut harus dipahami seluruh perangkat daerah sebagai bagian dari konsekuensi pengelolaan anggaran saat ini.

Ia meminta kepala OPD dan jajarannya tetap bekerja dan menyesuaikan program dengan kemampuan fiskal yang tersedia.

Bahkan, Indah memberikan peringatan kepada pejabat yang merasa tidak mampu bekerja dalam situasi tersebut.

Ia mengibaratkan birokrasi seperti sebuah tim sepak bola yang memungkinkan adanya pergantian pemain apabila diperlukan.

“Kalau di sepak bola itu ada namanya pergantian pemain, jadi kalau ada yang sambat atau tidak bisa bekerja dan menyerah, saya akan tindak lanjuti,” katanya.

Pernyataan itu, menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah menginginkan seluruh kepala OPD beradaptasi dengan kebijakan efisiensi tanpa menjadikannya alasan untuk menurunkan kinerja.

Dalam kesempatan yang sama, Indah juga menyampaikan permohonan maaf kepada anggota DPRD apabila menerima keluhan dari kepala OPD mengenai keterbatasan anggaran.

“Saya minta maaf kalau ada Kepala OPD yang sambat ke bapak-ibu anggota dewan terkait anggaran, tolong jangan dimasukkan hati,” ucap eks Wakil Bupati Lumajang ini. (*)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.