Lumajang, – Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mulai memetakan sejumlah titik rawan bencana di wilayahnya.

Pemetaan ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat, baik pemudik maupun wisatawan yang melintasi Kabupaten Lumajang selama masa libur Lebaran.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho mengatakan, pemetaan tersebut difokuskan pada jalur nasional maupun jalan utama yang kerap dilalui masyarakat. Hal ini dilakukan mengingat Lumajang merupakan salah satu jalur penghubung penting di wilayah tapal kuda Jawa Timur.

“Karena ini Lebaran, banyak orang ingin liburan. Jadi kami petakan berdasarkan jalan nasional atau jalan utama yang biasa dilintasi warga,” kata Isnugroho, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, Kabupaten Lumajang menjadi jalur strategis yang menghubungkan pengendara dari Surabaya menuju Kabupaten Jember dan Banyuwangi, maupun sebaliknya. Selain itu, Lumajang juga menjadi akses alternatif menuju Kabupaten Malang melalui jalur selatan atau kawasan Piket Nol.

Menurut Isnugroho, setiap wilayah di Lumajang memiliki potensi bencana yang berbeda.  Terutama karena saat ini masih dalam periode bencana hidrometeorologi yang ditandai dengan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.

Di wilayah utara Lumajang, seperti Kecamatan Ranuyoso, Klakah, dan Kedungjajang, potensi bencana yang perlu diwaspadai adalah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.

“Kalau di utara mulai Ranuyoso, Klakah, sampai Kedungjajang, potensi bencananya adalah hujan disertai angin kencang. Kondisi ini berisiko menyebabkan pohon tumbang, sehingga masyarakat yang melintas di jalur tersebut diminta untuk berhati-hati,” ujarnya.

Selain itu, ia mencatat potensi terjadinya genangan banjir di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Jatiroto dan Tempeh. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama.

“Kalau banjir genangan kemungkinan terjadi di Jatiroto dan Tempeh saat hujan lebat. Ini perlu diantisipasi karena bisa mengganggu arus lalu lintas masyarakat yang melintas,” kata Isnugroho.

Sementara itu, potensi banjir lahar juga menjadi perhatian BPBD, khususnya di wilayah yang dialiri sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Wilayah yang berpotensi terdampak di antaranya Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.

Menurut Isnugroho, banjir lahar dapat terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak Semeru dan membawa material vulkanik ke aliran sungai.

“Banjir lahar bisa terjadi di Candipuro dan Pronojiwo karena sungai di wilayah itu berhulu langsung dari Gunung Semeru,” jelasnya.

Selain banjir lahar, kawasan perbukitan Piket Nol yang berada di Kecamatan Candipuro juga menjadi salah satu titik rawan bencana. Jalur tersebut diketahui sebagai akses utama penghubung Lumajang dengan Kabupaten Malang melalui jalur selatan.

“Piket Nol itu rawan longsor, apalagi saat curah hujan tinggi. Jadi masyarakat yang melintas di jalur tersebut harus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, BPBD juga mengingatkan potensi terjadinya letusan sekunder apabila terjadi banjir lahar di kawasan Jembatan Gladak Perak.

Letusan sekunder tersebut dapat memicu hujan abu yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama terkait kesehatan pernapasan.

“Kalau terjadi banjir lahar di sekitar Gladak Perak, ada kemungkinan terjadi letusan sekunder yang bisa menyebabkan hujan abu dan gangguan pernapasan,” kata Isnugroho.

Meski demikian, BPBD Lumajang memastikan bahwa secara umum kondisi sejumlah tempat wisata di wilayah tersebut masih aman untuk dikunjungi selama libur Lebaran. Namun, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di kawasan wisata alam.

Ia menambahkan, salah satu potensi cuaca yang perlu diwaspadai adalah hujan yang disertai petir di kawasan wisata Pantai Selatan Lumajang.

“Kami tetap mengingatkan wisatawan agar berhati-hati, terutama di kawasan pantai selatan karena berpotensi terjadi hujan disertai petir,” ujarnya.

BPBD Lumajang juga menegaskan agar masyarakat tidak mencoba berwisata ke lokasi yang masih termasuk dalam kawasan bencana Gunung Semeru.

“Yang perlu kami tekankan, jangan coba-coba berwisata ke lokasi bencana Semeru,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.