Jember,- Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten (BPBD) Jember, akan menambahkan tiga Desa Tangguh Bencana (Destana) tahun ini.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat menyebut bahwa Destana yang baru akan dibentuk di dua kelurahan, yaitu Kebonsari dan Plalangan, serta satu lagi di Sumbersari yang merupakan bagian dari program provinsi.

Wahyudi menjelaskan, potensi bencana di Jember, khususnya banjir, menjadi perhatian utama. Wilayah Kebonsari dan Jalan Suprapto diakuinya sering mengalami banjir, sehingga kesiapsiagaan masyarakat sangat penting.

“Keaktifan warga dan kepala desa sangat menentukan keberhasilan program ini. Jika semangatnya kurang, maka program Destana tidak akan berjalan dengan baik. Kami berharap dengan pembentukan grup yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti guru dan Karang Taruna, semangat ini bisa meningkat,” ujar Wahyudi, Jumat, (4/4/25).

Sejauh ini, Jember telah memiliki 123 Destana, dengan target penambahan 10 titik setiap tahunnya. Namun, tahun ini hanya ada tiga yang dibangun karena terkendala pengurangan anggaran.

“Pentingnya alokasi anggaran untuk kebencanaan, yang seharusnya memanfaatkan 3 persen dari anggaran desa,” beber Wahyudi.

BPBD juga berkomitmen untuk menggalakkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), yang fokus pada sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana di sekolah-sekolah.

“Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana,” tambah Wahyudi.

Wahyudi mengingatkan bahwa semangat dan keaktifan kepala desa serta masyarakat adalah kunci untuk menciptakan Desa Tangguh Bencana yang efektif dan berkelanjutan.

“Kami sangat perlu kolaborasi dari semua pihak untuk membuat program ini berhasil,” Wahyusi memungkasi. (*)

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Keyra


Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.