Probolinggo – Pulau Gili Ketapang di Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu destinasi wisata snorkeling yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Untuk menjaga keindahan kawasan wisata tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar kegiatan bersih-bersih pantai agar tetap nyaman dan menarik bagi pengunjung.

Kegiatan bersih-bersih Pantai Gili Ketapang dilaksanakan pada Kamis pagi (7/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, dan diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD)

Dengan membawa kantong plastik, para peserta menyusuri area pantai untuk memunguti sampah plastik hingga sampah residu yang mencemari kawasan wisata tersebut.

“Gili Ketapang ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Probolinggo yang harus kita jaga bersama. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembenahan kawasan wisata dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Ugas menjelaskan, kebersihan Pantai Gili Ketapang menjadi fokus utama pemerintah daerah demi memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Menurutnya, kawasan wisata yang bersih akan tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan sehingga jumlah pengunjung dapat terus meningkat.

“Kebersihan ini menjadi fokus utama dan tanggung jawab bersama. Jadi tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan seluruh pihak yang menikmati kawasan wisata ini,” imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, mengatakan sampah yang berhasil dikumpulkan akan dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Seboro untuk diproses lebih lanjut, khususnya sampah residu.

“Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gili Ketapang dan BUMDes agar menyiapkan pengelolaan sampah di wilayah ini, termasuk pemetaan lokasi pendirian TPS,” katanya.

Pihaknya juga berencana memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis, seperti pemilahan sampah dan pengolahan menjadi kompos.

“Kami berharap pengelolaan sampah di Gili Ketapang dapat berjalan secara berkelanjutan serta melibatkan peran aktif masyarakat secara langsung,” Roby menegaskan.  (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.