Pasuruan, – Seorang pemuda di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, nekat merekayasa aksi begal demi mengelabui orangtuanya.

Pemuda bernama Nur Alipi (20), warga Dusun Jurangcambah, Desa Jimbaran, itu ternyata sengaja menjual sepeda motornya sendiri untuk membayar utang.

Dalam cerita yang dibuatnya, Nur Alipi mengaku, menjadi korban begal pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Ia berdalih peristiwa itu terjadi saat dirinya dalam perjalanan menuju rumah calon istrinya di Dusun Gondosuli, Desa Puspo.

Saat melintas di Jembatan Cerame, Nur Alipi mengaku dihadang tiga pria bersenjata celurit. Dalam laporannya, para pelaku disebut merampas sepeda motor Honda Vario biru tahun 2022 bernopol N 4015 TEA miliknya, lalu kabur ke arah Punjul.

Namun, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga. Tim Unit Reskrim Polsek Puspo yang melakukan penyelidikan menemukan sejumlah kejanggalan dari keterangan korban. Polisi memastikan tidak pernah terjadi aksi pembegalan seperti yang dilaporkan.

“Setelah kami lakukan penyelidikan dan pendalaman di lapangan, ternyata laporan pembegalan itu hanya alibi dari yang bersangkutan. Faktanya, motor Honda Vario tersebut dijual sendiri untuk menutupi hutangnya. Ia membuat cerita dibegal karena takut dimarahi orang tuanya,” ujar Kapolsek Puspo, AKP Johanes Hardiono, Selasa (12/5/2026).

Lebih lanjut, pihak kepolisian membeberkan kronologi asli kejadian tersebut. Sepeda motor itu ternyata dijual oleh Nur Alipi kepada saudara Sodik di wilayah Paserpan, Kabupaten Pasuruan, seharga Rp7.500.000.

Setelah menerima uang tunai, Nur Alipi kemudian diantar oleh rekan Sodik bernama Iwan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah.

“Ia sengaja minta diturunkan di pertigaan Punjul untuk memuluskan sandiwaranya, seolah-olah ia baru saja ditelantarkan oleh kawanan begal di tengah jalan,”

Dari hasil penyelidikan, motor tersebut diketahui dijual kepada seorang bernama Sodik di wilayah Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, seharga Rp7,5 juta.

Usai menerima uang hasil penjualan, Nur Alipi kemudian diantar rekan Sodik bernama Iwan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy merah.

“Ia sengaja meminta diturunkan di pertigaan Punjul untuk memperkuat ceritanya, seolah-olah baru saja menjadi korban begal di tengah jalan,” lanjutnya.

Saat ini, polisi masih mendalami terkait kemungkinan adanya unsur pidana dalam laporan palsu tersebut.

“Masih kami dalami. Jika nantinya ditemukan unsur pidana, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Johanes. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.