Probolinggo,– Kericuhan yang melibatkan dua kelompok remaja terjadi di Kota Probolinggo, Selasa malam (12/5/2026). Kejadian melukai seorang anggota TNI dari Kodim 0820 Probolinggo.

Kejadian bermula dari kecelakaan ringan akibat senggolan antara dua sepeda motor yang dikendarai sejumlah pemuda di Jalan Panglima Sudirman, tepat di depan Pasar Gotong Royong.

Insiden tersebut memicu pertengkaran antar kelompok remaja hingga berlanjut menjadi bentrokan dan aksi saling kejar di sejumlah titik.

Situasi semakin tegang ketika beberapa remaja yang berboncengan tiga melarikan diri ke arah Lapangan Anggur, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran.

Warga yang mendengar teriakan “begal” langsung ikut mengejar bersama anggota TNI yang berada di sekitar lokasi.

Dalam pengejaran tersebut, Serma Sanali (51), warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, turut berupaya menghentikan kelompok remaja itu

“Awalnya saya bersama bapak saya hendak pulang usai duduk-duduk di sekitar lokasi kejadian. Saat itu ada anggota TNI yang mengejar tiga pemuda yang berboncengan sambil berteriak begal, lalu saya ikut mengejar,” kata saksi, Muhammad Ali Rahman (25).

Namun saat ikut mengejar, Ali berusaha menghindar dan terjatuh ketika berhadapan dengan sepeda motor yang dikendarai tiga pemuda tersebut karena takut mereka membawa celurit.

Sepeda motor milik Ali kemudian menabrak Serma Sanali hingga menyebabkan luka pada tangannya.

Tiga pemuda tersebut akhirnya berhasil melarikan diri. Sementara Serma Sanali dibawa warga ke IGD RSUD dr. Mochammad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saya tidak tahu apakah tiga pemuda ini memang pelaku begal atau bukan, namun sepertinya bukan karena mereka tidak membawa celurit,” imbuh Ali.

Polisi yang datang ke lokasi usai menerima laporan kemudian meminta keterangan saksi. Hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan tawuran remaja yang dipicu insiden kecelakaan lalu lintas.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zainal Arifin menyebut, kejadian bermula dari kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor yang sama-sama berboncengan tiga orang.

Setelah terjadi senggolan, salah satu kelompok pemuda mengambil sepeda motor lalu kabur hingga memicu pengejaran oleh warga dan saksi.

“Saat berada di kawasan Anggur, Kebonsari Kulon, saksi yang mengejar tiga remaja tersebut bertabrakan dengan warga. Sementara itu, tiga remaja yang dikejar berhasil melarikan diri. Kasus ini masih dalam penyelidikan, namun berdasarkan keterangan saksi, tiga remaja tersebut bukan pelaku begal,” bebernya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah peristiwa tersebut murni dipicu tawuran remaja   atau berkaitan dengan tindak kriminal lainnya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.