Jember,- Jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) di Jember, cenderung meningkat di awal Ramadhan tahun ini. Bahkan lonjakan keberadaan gepeng diprediksi mencapai 20 persen.

Para gepeng ini terlihat tersebar di sejumlah titik. Mayoritas di lampu merah jalur nasional, rumah ibadah hingga di kompleks pertokoan dan pasar.

“Hal ini menjadi perhatian kami. Kami berharap masyarakat dapat memberikan bantuan dengan cara yang lebih tepat sasaran, seperti melalui lembaga amal,” kata Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Jember, Windo, Senin (3/3/25).

Windo menyebut, kurang dari sepekan saja, sudah sekitar 15 gepeng yang ditertibkan. Saat ini, Pol PP memang tengah menggencarkan razia gepeng karena dinilai mengganggu warga, khususnya pengguna jalan.

“Setelah ditertibkan, mereka diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Jember untuk mendapatkan pembinaan,” bebernya.

Selain gepeng, peredaran minumas keras (miras) dan operasional tempat hiburan malam, menjadi fenomena lain yang menyita perhatian khusus.

Menurut Windo, beberapa lokasi yang telah teridentifikasi menyediakan miras antara lain Jember Town Square, Karaoke Star, Terminator, Evergreen, Happy Papi, serta beberapa toko di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sumatera.

“Operasi telah dilakukan dan kami berhasil mengamankan barang bukti berupa miras yang telah diserahkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Dalam hal pengawasan tempat hiburan, Windo menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih menunggu Surat Edaran (SE) resmi dari Pemkab Jember mengenai pembatasan jam operasional selama bulan Ramadhan.

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, warung makan diharuskan menutup tirai dan membatasi jam buka hingga pukul 22.00. WIB,” sampainya. (*)

 


Editor : Mohammad S

Publisher : Keyra


Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.