Probolinggo,- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut, vaksin Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) ternak diperkirakan baru datang dan bisa digunakan, Agustus mendatang.
Hal itu menurutnya, terjadi karena Indonesia sudah dinyatakan negara bebas PMK, pada 1986 silam hingga saat ini. Siapa sangka, penyakit menular ini kembali masif sehingga dinyatakan sebagai wabah.
“Mudah-mudahan Agustus awal ini sudah bisa digunakan vaksin PMK-nya. Indonesia dinyatakan bebas PMK, jadi tidak bisa membeli kalau tidak dinyatakan wabah,” kata Khofifah saat menghadiri Dies Natalies ke 54 Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Probolinggo, Senin (6/6/22) sore.
Khofifah menambahkan, Kementerian Pertanian RI (Kementan) serta provinsi-provinsi di Indonesia yang memang terkonfirmasi PMK telah membuat klaster-klaster. Hal itu untuk memudahkan pemetaan karena tidak seluruhnya daerah dinyatakan tertular wabah ini.
“Tapi ada yang memang sudah dinyatakan PMK ini wabah, ada juga probable, kemudian ada juga daerah yang masih hijau (bebas PMK, red)” ungkap perempuan yang juga menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU ini.
Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Khofifah mengklaim ia sudah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Panglima Kodam (Pangdam), Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan unsur Forkopimda lainnya Jawa Timur.
“Bahwa nantinya ada surat yang menjelaskan ketika sapi itu keluar dari satu daerah maka harus disertakan surat keterangan sehat dari kepala dinas peternakan masing-masing daerah itu kabupaten atau kota,” ujar mantan Menteri Sosial (Mensos) itu.
Dengan begitu, sambung Khofifah, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas daging sapi, yang akan digunakan untuk kurban menjelang Idul Adha.
“Insha Allah dengan bekal keterangan surat sehat dari masing-masing kepala dinas peternakan, itu bisa mengakses hewan kurban sesuai persyaratan,” tuturnya memungkasi. (*)
Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT












