Lumajang,- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerajinan di Kabupaten Lumajang mulai didorong untuk mengenal pasar ekspor.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyiapkan pendampingan gratis agar pelaku usaha memahami tahapan dasar sebelum membawa produk ke pasar internasional.

Program Sosialisasi dan Pendampingan Ekspor Gratis tersebut digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang.

Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan pendampingan menjadi langkah awal untuk mengenalkan proses ekspor kepada pelaku usaha secara sederhana dan bertahap.

“Ekspor tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang jauh atau sulit. Nah yang penting pelaku usaha memahami dulu tahapannya, apa yang perlu disiapkan, persyaratannya apa, dan bagaimana cara memulainya. Dari pemahaman itu kemudian usaha bisa dipersiapkan secara bertahap,” katanya, Kamis (25/9/26).

Ia menyebut, pelaku usaha akan mendapatkan pemahaman mengenai peluang pasar luar negeri sekaligus tahapan yang perlu diperhatikan sebelum menyasar pasar internasional.

“Ini adalah step awal. Kita ingin pelaku usaha tidak langsung berpikir bahwa ekspor itu prosedurnya panjang dan sulit,” ucap Ridha.

“Kita bantu memahami caranya secara bertahap, mulai dari kesiapan usaha, dokumen dan persyaratan dasar, sampai bagaimana produk bisa memiliki peluang untuk masuk ke pasar luar negeri,” ia menambahkan.

Sekedar diketahui, program pendampingan ekspor diberikan secara gratis dengan kuota terbatas. Salah satu persyaratan utama peserta adalah telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas dasar usaha.

Pendaftaran masih dibuka hingga Jumat, 25 September 2026. Program tersebut ditujukan bagi pelaku usaha kerajinan atau craft, khususnya yang menggunakan bahan kayu, bambu, rotan, daun pandan maupun material sejenis lainnya.

Disamping itu, Ridha mengatakan pelaku usaha tidak harus menunggu bisnisnya menjadi besar untuk mulai mengenal pasar ekspor.

“Tidak perlu menunggu usaha menjadi besar untuk mulai mengenal ekspor. Justru dari sekarang pelaku usaha bisa mulai memahami apa yang harus disiapkan,” urai dia.

“Setelah tahu tahapannya, usaha dapat diperbaiki dan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar,” imbuhnya. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.