Jember,- Kirab Akbar Ancak Agung digelar di Kabupaten Jember dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu (22/8/26) sore.
Tahun ini, kirab tersebut mencatatkan rekor baru Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sebanyak lebih dari 696 ancak atau gunungan hasil bumi diarak dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat, instansi pemerintah, swasta, serta berbagai elemen masyarakat.
Jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dicatat Jember pada September 2025 dengan 449 peserta.
Dengan demikian, Jember berhasil memecahkan rekor MURI yang sebelumnya ditorehkan sendiri.
Kirab diberangkatkan dari Jalan Gajah Mada dan selanjutnya menuju Alun-alun Jember Nusantara.
Setiap ancak membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat sekaligus menjadi bagian dari tradisi lokal dalam memperingati Maulid Nabi.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan kegiatan tahun ini memiliki dua momentum, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Ini memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Sang Pecinta sejati. Yang kedua, memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujar Fawait dari panggung pemberangkatan.
Ia mengajak masyarakat yang mengikuti kirab untuk bersama-sama mendoakan Indonesia agar tetap aman, selamat, dan sejahtera.
Selain diikuti berbagai kelompok masyarakat, Kirab Akbar Ancak Agung juga mendapat dukungan dari tokoh lintas agama.
Hadir Wakil Musyawarah Antar Gereja (MAG) Pdt. Kun Slamet, Ketua Paguyuban Penganut Aliran Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Sunyoto, perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jember, serta perwakilan umat Buddha.
PHDI Jember bahkan turut berpartisipasi dengan membawa gunungan hasil bumi dalam kirab tersebut.
Setibanya di Alun-alun Jember Nusantara, seluruh ancak akan didokumentasikan oleh MURI sebagai bagian dari pencatatan rekor.
Setelah proses tersebut selesai, gunungan hasil bumi akan diperebutkan oleh masyarakat yang telah menunggu di lokasi. (*)












