Jember,- Perahu nelayan jenis jaringan yang bernama Pantes terbalik setelah dihantam ombak besar di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Rabu (19/8/26) malam.

Lima nelayan tercebur ke laut dalam kecelakaan tersebut. Satu nelayan ditemukan meninggal dunia.

Sementara, satu orang berhasil diselamatkan dan tiga orang nelayan lainnya masih dalam pencarian hingga Kamis (20/8/26) pagi.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Jember, kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.50 WIB di perairan Pantai Paseban, pada koordinat 8°18’15.93″S – 113°11’51.52″E.

Tiga nelayan yang masih hilang yakni Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45). Ketiganya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Sementara korban meninggal dunia adalah Sahwiyanto (46), sedangkan Samino (65) berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya merupakan warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Peristiwa bermula saat perahu jenis jaringan yang ditumpangi para tersebut, berlayar pada Selasa (18/8/26) sekira pukul 13.00 WIB.

Mereka berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger menuju perairan Meleman untuk mencari ikan. Perahu dinakhodai Samino bersama empat anak buah kapal (ABK).

Setelah aktivitas penangkapan ikan selesai, rombongan bertolak untuk kembali. Sekitar pukul 02.00 WIB, perahu menepi di perairan Paseban setelah para nelayan melihat cahaya yang diduga berasal dari perahu nelayan lain.

Namun, saat berada di kawasan tersebut, ombak besar tiba-tiba menghantam bagian kanan perahu. Hantaman itu menyebabkan lambung kanan bocor hingga akhirnya perahu terbalik.

Tim pencarian kemudian menemukan dua korban. Sahwiyanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Samino berhasil diselamatkan.

Sementara itu, tiga nelayan lainnya hingga Kamis pagi masih belum ditemukan.

Operasi SAR melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Relawan Kencong, serta Polairud Polres Jember.

Penyisiran dilakukan di sekitar perairan Pantai Paseban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel yang terlibat. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.