Lumajang,- Satreskrim Polres Lumajang menangkap satu pelaku pencurian baterai cadangan tower BTS di Dusun Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Senin (25/5/26) dini hari.

Polisi menduga komplotan tersebut merupakan spesialis pencurian antar kota karena diduga juga beraksi di wilayah Kabupaten Jember.

Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Pras Adinata mengatakan, kasus pencurian itu berhasil diungkap kurang dari 24 jam setelah laporan diterima polisi.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 24 jam kami berhasil mengungkap kasus pencurian baterai litium untuk pemancar tower,” katanya.

Pencurian terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Pelapor bernama Deva, warga Kabupaten Nganjuk, yang melaporkan hilangnya baterai cadangan tower BTS yang berfungsi sebagai sumber listrik darurat ketika aliran PLN padam.

Polisi kemudian menangkap seorang terduga pelaku berinisial PT, warga Tuban. Sementara satu pelaku lain berinisial S masih dalam pengejaran petugas.

“Peran PT sebagai sopir, sedangkan eksekutor pencurian dilakukan oleh S,” jelas AKP Pras.

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku menggunakan mobil Daihatsu Sigra putih tahun 2018 untuk berkeliling mencari sasaran.

Setelah menemukan tower BTS di wilayah Rowokangkung, pelaku S turun dan membongkar baterai tower. Sementara PT membantu mengangkut baterai ke dalam mobil.

Aksi itu dipergoki pelapor yang kemudian menghubungi polisi. Mengetahui keberadaannya terendus, kedua pelaku sempat melarikan diri.

Namun polisi berhasil menangkap PT tidak jauh dari lokasi kejadian. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sedikitnya 11 baterai yang diduga hasil pencurian.

Polisi juga menyita sejumlah alat yang digunakan untuk membongkar perangkat tower BTS. Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan komplotan tersebut dalam kasus serupa di daerah lain.

“Ada informasi beberapa TKP di wilayah Jember dan kami sudah berkoordinasi dengan Polres Jember,” beber AKP Pras.

“Menurut keterangan tersangka, PT mengaku mendapat upah Rp600 ribu dari pelaku utama untuk membantu pencurian tersebut. Polisi juga masih menelusuri lokasi penjualan baterai hasil curian,” tuturnya.

Sementara itu, Perwakilan support Indosat, Yopi Dwi Purnama menyebut bahwa baterai yang dicuri merupakan perangkat penting untuk menjaga operasional tower BTS saat listrik PLN padam.

“Kalau listrik mati, baterai ini yang menjadi back up agar jaringan tetap berjalan,” tandas Yopi. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.