Pasuruan,- Salsabil Nurul Alqilbi (18), warga Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban dugaan penipuan bermodus lowongan kerja yang diduga disertai praktik gendam. Akibat kejadian itu, Honda PCX milik korban raib dibawa pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kafe kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 12.47 WIB.
Korban mengaku awalnya mengetahui informasi lowongan pekerjaan dari media sosial TikTok. Setelah itu, dirinya diajak bertemu oleh seseorang di sebuah kafe di Tretes untuk menjalani proses wawancara kerja.
“Awalnya dari info loker dari TikTok. Terus saya diajak ketemuan di kafe untuk interview,” ujar korban saat membuat laporan di Mapolsek Prigen, Sabtu (24/5/2026).
Saat proses wawancara berlangsung, korban mengaku mulai merasa pusing dan kehilangan fokus setelah diminta menatap pelaku secara terus-menerus.
“Pada saat ditanyakan saya merasa pusing, liyer-liyer. Saya disuruh fokus ke orang itu, katanya jangan ngelamun,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, korban juga menyerahkan sejumlah berkas pribadi berupa fotokopi KTP, KK dan STNK. Setelah itu, pelaku berpamitan keluar dengan alasan hendak mengambil perlengkapan kerja.
“Katanya keluar mau mengambil sepatu sama seragam untuk alat kantor,” ia menambahkan.
Namun setelah beberapa saat, pelaku tidak kembali. Korban kemudian menyadari sepeda motor Honda PCX tahun 2018 miliknya juga telah hilang dibawa kabur.
Dari rekaman CCTV di kafe tersebut, pria yang diduga membawa kabur motor korban terlihat datang menggunakan jasa ojek online (ojol).
Pelaku kemudian masuk ke area kafe untuk menemui korban sebelum akhirnya terekam keluar menuju area parkir dan membawa kabur sepeda motor milik korban.
Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengenakan kaos lengan pendek warna krem muda, celana cokelat muda, topi abu-abu serta masker, sebelum membawa kabur Honda PCX milik korban.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Prigen. Korban berharap pelaku segera ditangkap dan sepeda motor miliknya dapat ditemukan kembali.
“Saya berharap pelakunya cepat tertangkap dan motor saya bisa kembali,” pungkasnya.
Hingg berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian perihal hasil penyelidikan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini. (*)













