Probolinggo, — Fakta baru terungkap pasca kematian MR (28), terduga pelaku percobaan pencurian di Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa bermula pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 21.15 WIB di Dusun Janti, Desa Sentul. Seorang warga yang memergoki pria mencurigakan berada di halaman rumahnya.

“Terduga mengenakan jaket hitam bercorak putih, terlihat duduk di teras dan mengamati kondisi rumah melalui jendela,” kata Kapolsek Gading, AKP Maskur Anshori.

“Terduga pelaku kemudian berpindah ke area kamar mandi luar dan mencoba melihat situasi dapur dari dinding anyaman bambu,” imbuh AKP Maskur.

Merasa curiga, warga segera menghubungi Sekretaris Desa Sentul, Samsul Bahri. Tak lama berselang, perangkat desa bersama warga mencari terduga pelaku.

Pelaku akhirnya menemukan pria terduga maling tersebut saat bersembunyi di area persawahan. Ia lantas ditangkap, bahkan digebuki warga.

Saat diamankan dan dibawa ke rumah Samsul Bahri, terduga mengakui hendak mencuri sepeda motor jenis Honda Supra X milik salah satu warga.

Ia juga mengaku sempat membuang kunci T yang akan digunakan sebagai alat kejahatan di area sawah saat bersembunyi.

Sekitar pukul 22.00 WIB, petugas piket SPKT Polsek Gading menerima laporan dan langsung menuju lokasi. Namun, situasi di lapangan sempat memanas.

“Pada saat petugas kami tiba, sempat terjadi amuk massa. Selanjutnya anggota mengevakuasi terduga pelaku dan membawanya ke Puskesmas Wangkal untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal tenaga medis, terduga mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah serta dalam kondisi tidak sadar.

Pihak puskesmas kemudian merekomendasikan rujukan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk penanganan lebihlanjut bagi terduga pelaku.

Identitas terduga kemudian diketahui berinisial MR, lahir di Probolinggo pada 30 Januari 1998 atau berusia 28 tahun. Ia bekerja sebagai petani atau pekebun dengan domisili Dusun Brigaaan, Desa Plaosan, Kecamatan Krucil.

Upaya penyelamatan terduga pelaku tidak membuahkan hasil. Pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 03.32 WIB, MR dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Penanganan pertama adalah peristiwa percobaan pencurian. Terkait aksi dari massa, pihak keluarga tidak menuntut apa pun ke jalur hukum,” AKP Maskur memungkasi. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.