Probolinggo,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), tengah gencar menuntaskan peremajaan 337 rumah reyot.
Rumah-rumah reyot yang tersebar di 52 desa dari 22 kecamatan di Kabupaten Probolinggo itu, dipoles melalui program pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kepala DPKPP Kabupaten Probolinggo, Agus Budianto menyebut, 337 rumah yang mendapatkan alokasi bantuan perbaikan tahun ini, digelontor anggaran sebesar Rp20 juta per unit.
“Program bantuan ini diberikan untuk memperbaiki berbagai aspek rumah, seperti struktur bangunan, atap, dinding serta fasilitas dasar lainnya yang membuat rumah menjadi lebih layak huni,” kata Agus, Kamis (11/12/25).
Berdasarkan data yang dikumpulkan melalui Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022 yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bappenas, Kabupaten Probolinggo memiliki 316.287 unit rumah dengan 17.553 unit rumah diantaranya masuk dalam kategori RTLH.
“Nah tahun ini, 337 unit rumah kita perbaiki, terdiri dari 297 lokasi non kumuh dan 40 lokasi masuk kategori kumuh. Persentase cakupan ketersediaan rumah layak huni sebesar 95,11 persen,” tandas Agus.
Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menilai, keberlanjutan program RTLH dalam upaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Probolinggo penting dilakukan.
“Tahun ini, kami perbaiki 337 rumah yang tersebar di berbagai desa. Ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo,” beber Gus Haris.
Meski jumlah rumah yang mendapat bantuan pada tahun 2025 ini relatif kecil jika dibandingkan dengan total RTLH yang ada, namun program ini tetap merupakan langkah penting dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat.
“Kami terus berupaya agar ke depannya lebih banyak rumah yang bisa kami bantu untuk diperbaiki, sehingga masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat tinggal di lingkungan yang lebih sehat dan layak huni,” janji Gus Haris. (*)













