Lumajang, – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pentingnya dorongan aksi nyata penanganan perubahan iklim melalui gerakan penghijauan.
Dalam acara penanaman pohon di Bumi Perkemahan Gelagaharum, Khofifah menyampaikan Indonesia mampu mempercepat capaian Net Zero Emission (NZE) dari target nasional 2060 menjadi 2050.
Khofifah menyebut, percepatan itu bukan mustahil, sepanjang semua elemen masyarakat bergerak lebih masif dan kolaboratif.
“Kalau Indonesia menarget Net Zero Emission 2060, maka tugas kita bersama menyiapkan terwujudnya itu. Tapi kalau kita kerja lebih keras, lebih sinergis, lebih kolaboratif, insya Allah bukan 2060, 2050 akan bisa kita wujudkan,” katanya, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan, langkah kecil namun konsisten dalam keseharian menjadi kunci. Salah satunya adalah membangun budaya menanam pohon.
Khofifah bahkan mengungkapkan, kebiasaan pribadinya yang sudah ia jalani sejak 1991, yakni menanam pohon setiap ulang tahun.
“Anak-anak saya sampai sekarang HUT saya selalu kasih tanaman. Tidak harus makadamiya atau turen, cukup pot kecil tapi berisi pohon hidup,” ujarnya.
Dari pengalaman personal tersebut, Khofifah mengajak masyarakat untuk mengubah pola dalam berbagai seremoni. Kebiasaan mengirim bunga papan, misalnya, diharapkan dapat diganti dengan pemberian tanaman hidup.
“Hidup itu menghidupkan. Urib iku gawé urub. Mari kita terus menanam dan menjaga daya dukung alam,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, gubernur datang sambil membagikan 5.000 bibit pohon berbagai jenis untuk masyarakat.
“Ibu Gubernur menyampaikan bahwa ini adalah sedekah oksigen. Harapannya masyarakat Jawa Timur meniru, minimal satu orang menanam satu atau dua pohon dalam setahun,” ucapnya. (*)












