Lumajang, – Menjelang libur akhir tahun dan perayaan Tahun Baru 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat membaca dan mengikuti peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia menegaskan, meningkatnya intensitas liburan tak boleh membuat masyarakat abai terhadap potensi bahaya cuaca ekstrem.
Khofifah mengatakan, berbagai peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG harus menjadi pedoman bagi warga sebelum memutuskan destinasi liburan.
“Lah ya warning dari BMKG. Maka semua yang akan bertahun baru, berliburan, tolong masing-masing menjaga dan mengikuti warning atau arahan dari berbagai institusi, terutama BMKG,” katanya, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, sejumlah titik wisata memiliki risiko tinggi saat cuaca ekstrem. Pantai termasuk lokasi yang paling perlu diwaspadai, diikuti kawasan rawan longsor dan area yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin puting beliung.
“Hindari tempat-tempat yang memang berisiko. Pastikan seluruh anggota keluarga bisa menikmati liburan tapi dengan aman,” kata Khofifah.
Gubernur menambahkan, masyarakat kini semakin mudah mengakses informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sehingga tidak ada lagi alasan untuk mengabaikan peringatan dini.
Untuk itu, ia berharap kewaspadaan masyarakat dapat mencegah terjadinya insiden selama momen libur panjang.
“Informasi yang dirilis BMKG bisa menjadi pengingat kita semua agar liburan tetap aman dan bahagia,” pungkasnya. (*)











