Jember,- Volume angkutan barang melalui layanan Bagasi Hantaran Paket (BHP) Retail di wilayah PT KAI Daop 9 Jember mencapai 7.335 ton selama Januari hingga Mei 2026.

Jumlah tersebut meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 6.255 ton.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kenaikan tersebut menunjukkan meningkatnya penggunaan kereta api sebagai sarana distribusi barang oleh masyarakat dan pelaku usaha.

“Pertumbuhan volume angkutan barang yang mencapai 17 persen secara year-on-year pada periode Januari-Mei ini menunjukkan bahwa sektor logistik menggunakan kereta api kian diminati,” kata Cahyo, Jumat (5/6/26).

“Masyarakat dan pelaku usaha semakin merasakan langsung efisiensi dan kepastian estimasi waktu yang ditawarkan oleh angkutan kereta api,” imbuhnya.

Sepanjang tahun 2025, Daop 9 Jember mencatat total angkutan barang sebanyak 16.269 ton.

Hingga akhir Mei 2026, capaian angkutan barang telah mencapai hampir setengah dari total volume tahun lalu.

Layanan BHP Retail Daop 9 Jember saat ini dilayani melalui empat kereta api penumpang reguler, yakni KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Lempuyangan.

Lalu, KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasar Senen, KA Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap, dan KA Pandalungan relasi Jember–Gambir.

Melalui layanan tersebut, barang kiriman dari wilayah Daop 9 Jember dapat didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jakarta.

Menurut Cahyo, angkutan barang menggunakan kereta api memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kapasitas angkut yang besar, jadwal yang pasti, serta tingkat keamanan yang lebih terjaga.

Selain itu, pemanfaatan kereta api untuk distribusi logistik juga membantu mengurangi beban lalu lintas angkutan barang di jalan raya.

Moda transportasi berbasis rel dinilai lebih efisien dalam penggunaan energi dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.

“KAI Daop 9 Jember akan terus mengembangkan layanan angkutan barang untuk mendukung kebutuhan distribusi logistik masyarakat dan pelaku usaha,” tutup Cahyo. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.