KRAKSAAN-PANTURA7.com, Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar di Kabupaten Probolinggo memasuki kwartal terakhir tahun 2020 belum juga tercapai. Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pun menyiapkan strategi lain agar perolehan PAD sesuai target.

Diketahui, saat ini, retribusi pasar baru mencapai Rp1,4 miliar. Nominal itu, sekitar 56 persen dari target retribusi yang senilai Rp2,6 miliar. Karenanya, Disperindag bakal bekerja lebih keras hingga akhir tahun nanti.

“Capaiannya masih kurang sekitar 46 persen dari total target yang kita kejar. Sisanya masih terus kami upayakan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Disperindag Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, Kamis (15/10/2020).

Taufiq optimis target tersebut tercapai meski hanya menyisakan waktu 3 bulan saja. Namun, lanjut dia, jika hingga Desember target Rp2,6 miliar tak juga tercapai, maka sisanya akan dihitung dalam target PAD tahun 2021.

“Tapi kami optimis bisa tercapai, terlebih lagi beberapa hari kedepan kami akan terapkan penjualan secara online,” ungkap mantan Camat Wonomerto dan Gading ini.

Menurut Taufik, sistem penjualan dalam jaringan (daring) ini telah dimatangkan dan bukan hal baru bagi para pedagang pasar. “Dari program itulah kami bisa optimis,” papar dia.

Mulanya target retribusi pasar dalam APBD tahun 2020 sebesar Rp3,9 miliar. Namun, target itu kemudian direvisi menjadi Rp2,6 miliar atau turun sekitar Rp1,3 miliar setelah wabah Covid-19 melanda Kabupaten Probolinggo. (*)


Editor : Efendi Muhamad

Publisher : A. Zainullah FT


Baca Juga  Pesta Miras lalu Curi Truk, ABG Diringkus