PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Dugaan keracunan yang dialami Husniati (40) dan Yuliati (40) dua ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terus didalami oleh kepolisian setempat.

Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng Harianto menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang diserahkan kepada pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemeriksaan itu terkait zat dan kandungan yang ada dalam permen.

“Permen juga sudah kami serahkan ke Dinas Kesehatan untuk mengetahui kandungannya. Jadi untuk sementara kami masih menunggu hasilnya yang akan keluar sekitar dua minggu lagi,” kata Sugeng, Senin (12/8).

Selain itu, Sugeng melanjutkan, pihaknya terus menggali informasi seputar kronologis kejadian. Sebab, ada kejanggalan yang ditemui petugas dalam penyelidikan yang dilakukan di lokasi kejadian maupun hasil interogasi terhadap para saksi.

“Setelah kami cari informasi, ternyata sebelum permen dimakan oleh mereka berdua (Husniati dan Yuliati, red) permen tersebut juga sempat dimakan anaknya. Justru anaknya tidak apa-apa,” tutur Sugeng.

Keanehan yang lain, menurut Kapolsek, adalah ketika pihaknya meminta keterangan kepada pemilik toko penjual permen. Diketahui, permen didapat dari sales asal Kota Probolinggo yang dikulak sejak 6 bulan yang lalu.

“Salesnya itu tidak hanya menjajakan ke toko itu saja, tetapi juga menjajakan permen yang sama kepada anak-anak SD di sekitar Desa Karanggeger,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Saiful Bahri mengatakan, untuk sementara pihaknya tidak bisa memastikan secara pasti penyebab keracunan yang membuat kedua ibu rumah tangga (IRT) itu sekarat.

“Sekarang kami belum bisa memastikan, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan BPOM. Akan tetapi ketika dirawat, keluhannya itu pusing dan mual setelah makan permen,” ucap Saiful. (*)

 

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here