PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Bisnis jual beli handphone (HP), yang digeluti oleh M. Shohib Aminullah (26) warga Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo nyaris berujung petaka. Ia hampir saja menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh relasi bisnisnya.

Kepada PANTURA7.com, korban menceritakan awal mula penipuan yang dilakukan oleh relasi bisnisnya, IW (30) warga Desa Krobungan, Kecamatan Krucil. Modusnya, pelaku menawari korban sejumlah HP yang bisa ia jual kembali.

Lantaran pernah bertransaksi dengan pelaku, korban mau saja ketika diminta mentransfer uang sejumlah Rp. 11,2 juta untuk pembelian 9 unit ponsel. Anehnya, korban diminta mentransfer uang bukan kepada rekening pelaku, melainkan kepada temannya, SK.

“Saya transfer uangnya Jum’at malam kemarin. Namun setelah uang ditransfer, hape yang saya pesan tak kunjung diberikan, bahkan dia sulit dihubungi,” kata Aam, begitu M. Shohib Aminullah dipanggil, Senin (1/7/2019).

Ketika berhasil menghubungi IW, pelaku berjanji memberikan sebuah Yamaha Lexi dan BPKB motor jenis Honda CBR kepada korban sebagai jaminan. Dalihnya, ponsel yang dipesan korban belum ia ambil dari si pemilik, SK, yang tercatat sebagai warga Kecamatan Paiton.

“Karena saya masih ragu akhirnya saya minta nomor telfon yang katanya pemilik HP. Pengakuannya, IW ini hanya bantu ambilkan barang, tapi kok barangnya gak ada,” jelasnya.

Namun 2 hari berlalu, ponsel yang dijanjikan tak kunjung tiba sementara uang korban tak juga dikembalikan. Merasa ditipu, Aam bermaksud melaporkan pelaku kepada Polres Probolinggo.

Mediasi kedua belah pihak yang difasilitasi oleh petugas kepolisian di Polsek Kraksaan (Foto : Moh. Ahsan Faradies)

“Namun IW meminta saya gak lapor polisi, lau dia mengembalikan uang sebanyak Rp 7 juta dan meminta jaminan sepeda motor dikembalikan. Lah saya hanya dikasih jaminan BPKB yang saya gak tahu motornya dimana,” cerita Aam.

Hingga pada Minggu (30/6/2019) siang, Aam mendapat ancaman dari pelaku, bahwa ia akan dilaporkan ke Polsek Kraksaan. Namun setelah dicek, ternyata pelaku hanya gertak sambal. “Saya akhirnya minta bantuan polisi memediasi kami,” ujar Aam.

Anggota Polsek Kraksaan, Brigadir Sugeng lantas memediasi keduanya agar berdamai. Pelaku diminta menyerahkan uang korban, sedangkan korban diharuskan mengembalikan jaminan sepeda motor dan BPKB yang sebelumnya dijaminkan oleh pelaku.

“Alhamdulillah,permasalahan sudah selesai secara kekeluargaan. IW mengembalikan uang, dan Aam mengembalikan motornya. Saya harap pasca ini, tidak ada dendam di antara mereka,” harap Sugeng. (*)

 

Penulis : Moh. Ahsan Faradies
Editor : Efendi Muhammad

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here