Polisi melakukan identifikasi jasad korban tewas di jalan Sokerno-Hatta, Kota Probolinggo, Minggu (4/3/2018) malam.

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Seorang remaja berjersey Persebaya ditemukan tewas di kawasan taman kota, jalan raya Soekarno-Hatta, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu (4/3/2018) malam. Korban meregang nyawa dengan sejumlah luka tusuk disekujur tubuhnya.

Remaja malang ini diketahui bernama Muhamad Faizi (18), asal Desa Lawean, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Saat ditemukan tewas sekitar pukul 22.50 WIB, korban mengenakan jersey Persebaya bertuliskan Persebaya Est 1927.

Informasi yang dihimpun, korban merupakan pengamen di lampu merah pertigaan Ketapang, yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penemuan jasad. Untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.

Selain korban tewas, terdapat remaja lain yang juga menjadi korban penusukan. Ia adalah Bagus (19), warga Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Korban alami luka tusuk pada bagian lengan kiri, sehingga dilarikan ke ruang IGD RSUD dr Mohamad Saleh.

Korban luka tusuk menjalani perawatan di ruang IGD RSUD dr Mohamad Saleh. (em)

“Saya itu ngamen di sekitar lampu merah Ketapang, terus tiba-tiba ada belasan anak jalanan datang. Mereka minta hape, saya gak mau ngasih, lalu mereka tusuk lengan saya, saya lari menyelamatkan diri,” tutur Bagus seusai menjalani perawatan medis.

Sementara untuk korban meninggal, Bagus mengaku tidak tahu, sebab saat itu ia sudah panik dan berusaha menjauh dari lokasi. “Saya gak tahu jika ada korban penusukan yang meninggal,” jelasnya.

Sementara Kasatreskrim Polresta Probolinggo, AKP Pujiono mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan motif dan jumlah pelaku penusukan. Pihaknya, sejauh ini baru sebatas mengevakuasi korban dan melakukan identifikasi pasca laporan pemenemuan jasad korban.

“Ada seorang remaja yang meninggal akibat luka tusuk. Terkait baju yang dikenakan korban, belum bisa kami kaitkan dengan klub tertentu, karena baju bisa dipakai oleh siapa saja. Kami masih dalami ya,” terang Kasatreskrim. (em/arf).

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here