Pasuruan,- Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pasuruan terus mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir.

Hingga Agustus 2026, jumlah kasus yang tercatat Dinas Kesehatan Kota Pasuruan mencapai 6.176 kasus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, pada Juni 2026 tercatat sebanyak 5.093 kasus ISPA.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 5.907 kasus pada Juli, atau bertambah 814 kasus dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan masih berlanjut pada Agustus. Jumlah kasus mencapai 6.176 kasus, bertambah 269 kasus dari Juli.

Jika dibandingkan dengan Juni, terjadi penambahan sebanyak 1.083 kasus dalam kurun waktu tiga bulan. Angka tersebut setara dengan peningkatan sekitar 21,26 persen.

Meski penambahan kasus pada Agustus tidak sebesar kenaikan pada Juli, tren tersebut menunjukkan jumlah penderita ISPA masih meningkat secara berturut-turut sejak Juni.

Kondisi lingkungan selama musim kemarau menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Debu yang lebih mudah beterbangan di jalan maupun lingkungan permukiman dapat meningkatkan paparan terhadap saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar rumah.

Dinas Kesehatan Kota Pasuruan pun mendorong masyarakat memperkuat pencegahan dan tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika sudah mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Shierly Marlena, mengatakan pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk menjaga kebersihan diri dan menggunakan masker saat berada di ruang terbuka maupun tempat umum.

“Pertama personal hygiene ditingkatkan dengan CTPS dan menggunakan masker bila di ruang terbuka dan tempat-tempat umum,” kata Shierly, Rabu (16/9/26).

Selain menjaga kebersihan diri, masyarakat juga diminta mengurangi paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi faktor yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan.

Pencegahan juga didorong dilakukan sejak usia dini. Salah satunya melalui imunisasi PCV bagi bayi.

“Kemudian upaya pencegahan sejak dini dengan imunisasi PCV bagi bayi,” ujarnya.

Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, khususnya pengendara sepeda motor dan warga yang berada di kawasan dengan paparan debu cukup tinggi, dianjurkan menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan.

Selain itu, menjaga asupan air putih, mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan vitamin serta mencukupi waktu istirahat juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh.

Aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan juga dapat dikurangi, terutama ketika kondisi lingkungan sedang banyak debu.

Shierly mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.

Jika keluhan berlanjut atau semakin berat, warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Nah yang terpenting adalah pencegahan dan segera mendapatkan penanganan apabila muncul gejala,” pungkas Shierly. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.