Probolinggo,– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) setiap tahun menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan lautan pasir Gunung Bromo.
Namun tahun 2026 ini, upacara kemerdekaan ditiadakan karena kawasan wisata Bromo masih ditutup pasca dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, saat ini kawasan Gunung Bromo masih dalam tahap operasi pemadaman dan pengendalian pascakebakaran.
Sesuai pengumuman sebelumnya, kawasan kaldera Bromo ditutup dari seluruh aktivitas, tak terkecuali hiruk-pikup seremonial kemerdekaan.
“Sehingga selain aktivitas pemadaman, tidak diperbolehkan ada aktivitas lain di dalam kaldera Bromo. Karena itulah, upacara digelar di luar area kaldera,” kata Rudijantan, Senin (17/7/26).
Rudijanta menjelaskan, sejak Sabtu (15/8/26), secara umum api telah berhasil dikendalikan. Namun, masih ada kemungkinan bara api di bawah permukaan area yang sebelumnya terbakar menyala kembali.
Ketika angin bertiup, bara tersebut berpotensi menimbulkan asap dan kembali memicu api. Karena itu, proses pendinginan terus dilakukan selama dua hari terakhir untuk memastikan kondisi tetap kondusif.
“Terkait pembukaan Bromo, kita masih menunggu pengendalian dari Dansatgas. Nantinya, jika sudah kondusif akan kita informasikan. Pembukaan kembali nantinya akan disampaikan langsung oleh Pak Menteri Kehutanan,” imbuhnya.
Hingga hari ke-14 penanganan karhutla, petugas gabungan tidak lagi menemukan titik api maupun asap di kawasan Bromo.
Meski demikian, petugas gabungan tetap melakukan penjagaan selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya kembali api atau asap. (*)












