Surabaya,— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengoptimalkan teknologi modern dan penanganan cepat dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Langkah penanganan dilakukan melalui pengerahan drone water spray, armada tangki pemadam, hingga penyiapan helikopter pemadam udara (water bombing).

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa titik api pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang.

“Meski sempat berhasil dipadamkan pada Selasa pagi, kondisi cuaca dan angin membuat kobaran api kembali menyala pada siang hari dan terus meluas,” ujar Gatot.

Mengingat topografi lereng Kaldera Bromo yang curam dan terjal, tim gabungan menerapkan dua strategi pemadaman terpadu:

Pertama, area bawah tebing dengan mengandalkan teknologi satu unit drone water spray berkapasitas 150 liter, didukung satu unit truk tangki air BPBD Jatim dan armada pemadam pendukung bermuatan tandon air untuk pasokan logistik basah.

“Kedua, area atas tebing, dimana petugas gabungan melakukan pemadaman manual yakni gepyok untuk menjangkau titik-titik api di puncak tebing yang tidak dapat diakses kendaraan,” imbuhnya.

Dampak Kebakaran dan Tantangan Lapangan

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim per Kamis (6/8/26), estimasi area yang terdampak telah mencapai kurang lebih 70 hektare.

Vegetasi yang terbakar meliputi tanaman khas pegunungan seperti cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar. Sampai saat ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Proses pemadaman menghadapi kendala geofisik yang lumayan berat. Titik api berada di dinding tebing terjal Kaldera Bromo dan dipicu oleh hembusan angin kencang di lokasi.

“Sehingga api merambat cepat ke area yang lebih tinggi,” ungkak Gatot.

Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan pemadaman udara (water bombing) dengan menerjunkan satu unit helikopter yang didatangkan khusus dari Palangka Raya.

“Insya-Allah datang hari ini atau selambat-lambatnya besok,” ucap Gatot.

Penutupan Jalur dan Akses Wisata Bromo

Sebagai langkah pengamanan, Balai Besar TNBTS menetapkan penutupan sementara untuk beberapa pintu masuk wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB, khususnya dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Namun, bagi wisatawan yang ingin berkunjung, kawasan wisata Bromo tetap dapat diakses secara aman melalui dua pintu masuk alternatif, yakni Pintu Masuk Cemoro Lawang Kabupaten Probolinggo dan Jalur Wonokitri Kabupaten Pasuruan. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.