Probolinggo,- Kriminalitas jalanan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo. Kali ini, bidan desa menjadi korban pembegalan sadis di kawasan Curah Bubur, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, pada Senin (6/7/26) pagi.
Insiden ini mendadak viral di media sosial (medsos) setelah sebuah video berdurasi 1 menit 20 detik beredar luas.
Dalam rekaman tersebut, seorang warga memperlihatkan lokasi kejadian sekaligus memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan tersebut.
Korban, Eka Jarmilati, tenaga kesehatan yang mengemban tugas sebagai bidan di Desa Beladuhulon. Peristiwa bermula ketika korban berangkat kerja sekitar pukul 05.30 WIB, sesaat setelah menunaikan salat Subuh.
Saat melintasi kawasan sepi Curah Bubur, perjalanan korban dihentikan secara paksa. Korban dipepet oleh tiga orang pria yang tidak dikenal.
Pelaku lantas menodongkan senjata tajam jenis celurit untuk mengintimidasi korban. Kondisi itu membuat korban panik dan ketakutan.
Pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor milik korban beserta sebuah dompet yang berisi sejumlah barang berharga.
“Pembegalannya sampai mengeluarkan celurit,” ujar perekam video dalam unggahan yang viral, sembari mengimbau agar warga tidak melintas sendirian di lokasi tersebut pada pagi buta.
Respons Kepolisian
Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa, membenarkan terjadinya peristiwa dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut setelah personelnya melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP).
“Hasil pengecekan awal oleh petugas di lokasi benar telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan,” kata Ipda Widy Purwa saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026) siang.
Saat ini, kasus tersebut telah masuk dalam penanganan hukum setelah korban membuat laporan kepolisian. Penyidik bersama tim lapangan tengah melakukan serangkaian langkah strategis untuk memburu para pelaku.
“Kami telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi di sekitar lokasi. Kami juga telah mengumpulkan barang bukti pendukung,” paparnya.
Widy meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengembangkan spekulasi liar yang dapat mengaburkan proses hukum. Pihaknya berjanji akan menuntaskan kasus ini secara transparan.
“Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan secara berkala apabila terdapat informasi yang dapat dipublikasikan,” sampainya. (*)











