Pasuruan,- Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, meminta Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Pasuruan periode 2026-2031 turut berperan dalam membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Adi saat menghadiri pengukuhan pengurus DPK APINDO Kota Pasuruan di Gedung Gradika Bhakti Praja, Selasa (23/6/26) siang.
Menurut Adi, dunia usaha memiliki posisi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menyerap tenaga kerja.
Karena itu, ia berharap hubungan antara pemerintah dan pelaku usaha dapat terus terjalin untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang ketenagakerjaan.
“Jadilah mitra strategis Kota Pasuruan. Kami membutuhkan masukan sekaligus dukungan dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Pasuruan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Adi juga memaparkan capaian investasi di Kota Pasuruan sepanjang 2025. Hingga akhir triwulan IV, realisasi investasi tercatat mencapai Rp180,060 miliar atau sekitar 337 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Menurutnya, tingginya realisasi investasi tersebut perlu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui peningkatan serapan tenaga kerja lokal.
Oleh karena itu, ia mendorong dunia usaha untuk turut mengambil peran dalam menciptakan peluang kerja seiring berkembangnya aktivitas investasi di daerah.
Selain itu, Adi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai dunia pendidikan dan dunia usaha perlu membangun keterhubungan yang lebih kuat agar lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Wali Kota menambahkan, tantangan dunia usaha ke depan tidak ringan. Perubahan kondisi ekonomi global, fluktuasi harga energi hingga persaingan usaha menjadi sejumlah faktor yang perlu dihadapi bersama oleh pemerintah dan pelaku usaha.
“Pengembangan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja,” tutur eks Wakil Wali Kota Pasuruan ini.
Ia menyebut, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kata kunci penting bagi kita semua. Pengusaha tidak dapat berjalan sendiri, sehingga membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat,” pungkas dia. (*)












