Probolinggo,– Kondisi memprihatinkan kini tengah menyelimuti Hutan Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang seharusnya menjadi tempat melepas penat dan rekreasi keluarga ini justru tampak terbengkalai.

Pantauan di lokasi, Sabtu (13/6/2026), material proyek pembangunan dibiarkan berserakan, pagar pembatas sisi utara jebol, hingga fasilitas bermain anak rusak tanpa ada tanda-tanda perbaikan.

Selain merusak estetika keindahan ruang publik, material yang berserakan sangat berisiko karena membahayakan keselamatan pengunjung jika tidak segera ditata kembali.

​Situasi kian mengkhawatirkan dengan jebol dan melebarnya pagar kawat pembatas di bagian utara kawasan. Kerusakan ini membuat area hutan kota terbuka bebas, sehingga sangat rawan dimasuki oleh pihak luar.

RUSAK: Wahana bermain anak di area Hutan Kota Kraksaan, terlihat rusak dan belum ada tanda-tanda ada perbaikan. (foto: Jhon Qudsi).

Keluhan Warga

​Paru-paru kota yang kurang terawat, memantik keprihatinan mendalam dari masyarakat, salah satunya Rossi (36), warga Kecamatan Kraksaan.

Ia menyayangkan kawasan yang menjadi tumpuan warga untuk bersantai ini justru kini dibiarkan tanpa sentuhan perawatan.

​“Sangat disayangkan, sejumlah material proyek pembangunan hutan kota seperti besi-besi berceceran tidak dirapikan, kurang indah dipandang. Dikhawatirkan barang-barang itu dicuri, apalagi pagar besi di bagian utara sudah jebol, berpotensi banget,” ujar Rossi dengan nada kecewa.

​Tak hanya masalah keamanan aset, Rossi juga menyoroti satu fasilitas permainan anak yang rusak dan dibiarkan mangkrak.

Menurutnya, pembiaran ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menyimpan bahaya laten bagi anak-anak yang bermain di sana.

​“Ada satu fasilitas bermain anak yang rusak dibiarkan begitu saja. Sebaiknya dipindahkan atau segera diperbaiki supaya tidak mengganggu pemandangan dan tidak membahayakan,” tambahnya.

​Demi meningkatkan keamanan, Rossi berharap pemerintah daerah bisa memasang kamera pengawas di titik-titik strategis.

​“Pemasangan CCTV itu juga penting karena memang kerap dijadikan tempat kencan anak-anak muda, sekaligus antisipasi kriminalitas,” pungkasnya.

BERSERAKAN: Material proyek pembangunan Hutan Kota Kraksaan dibiarkan berserakan. Selain membahayakan, juga rawan menjadi sasaran pencurian. (foto: Jhon Qudsi)

Harapan pada Fungsi Ruang Terbuka Hijau

​Selama ini, Hutan Kota Kraksaan dikenal sebagai salah satu oase hijau yang menjadi jujukan favorit masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk bersantai, berolahraga, atau sekadar membawa anak-anak bermain pada sore hari dan akhir pekan.

Warga menaruh harapan besar agar pengelolaan serta perawatan fasilitas publik di kawasan ini mendapat perhatian yang lebih serius dari pihak terkait, demi mengembalikan fungsi hutan kota yang aman, nyaman, dan layak.

​Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, saat dihubungi wartawan media imi belum memberikan tanggapan terkait kondisi ini.

Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp (WA). Namun hingga berita ini ditayangkan, Minggu (14/6/26) pagi, pesan yang dikirimkan belum mendapatkan respons apapun. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.