Probolinggo,– Upaya meningkatkan partisipasi politik generasi muda terus dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. Melalui kegiatan Kader Demokrasi Pelopor Masa Depan, para pelajar diajak memahami pentingnya peran anak muda dalam kehidupan demokrasi.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar SMA, SMK, MA, dan Sekolah Rakyat diajak se Kota Probolinggo. Program ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan politik bagi kalangan pelajar agar mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa para pelajar yang terpilih sebagai kader demokrasi memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Adik-adik yang hadir hari ini adalah kader pelopor demokrasi masa depan. Kalian diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman-teman sebaya untuk memahami pentingnya partisipasi dalam setiap proses demokrasi, baik pemilihan presiden, legislatif maupun kepala daerah,” ujarnya.
Meningkatnya jumlah pemilih muda dan pemilih pemula menjadikan generasi Z serta milenial sebagai kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap arah pembangunan bangsa.
Karena itu, pendidikan politik sejak dini dinilai penting agar anak muda tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mampu mengawal kualitas demokrasi.
“Saya berharap kader demokrasi dapat menjadi motor penggerak untuk mengajak sebanyak mungkin anak muda berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi mendatang,” tambahnya.
Selain mendorong keterlibatan politik, para pelajar juga diajak memanfaatkan teknologi digital secara positif untuk mendukung demokrasi yang lebih terbuka, transparan, dan efektif.
Ruang digital dinilai menjadi sarana penting bagi generasi muda untuk memperoleh informasi politik yang benar sekaligus menangkal hoaks dan disinformasi.
Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, M. Sonhadji, mengatakan program kader demokrasi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun literasi politik di kalangan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali generasi muda dengan literasi politik, pemahaman etika demokrasi, serta kemampuan menyaring informasi di ruang digital,” jelasnya.
Sonhadji menjelaakan kader demokrasi memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak politiknya.
“Mereka ini kedepan akan menjadi aset bangsa yang akan menjaga keberlangsungan demokrasi sekaligus membawa kemajuan bagi daerah dan negara,” tegasnya.
Melalui pembekalan itu, diharapkan lahir generasi muda yang tidak apatis terhadap politik, melainkan aktif berkontribusi dalam memperkuat demokrasi di Kota Probolinggo. (*)












