Probolinggo,— Semangat sportifitas dan ukhuwah antarpelajar tingkat akhir menggelora di lingkungan pendidikan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Tiga cabang olahraga, yakni badminton, bola voli, dan futsal, menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus panggung pembinaan bakat generasi muda dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung penuh keakraban.
Kegiatan tersebut melibatkan ekstrakurikuler olahraga dari tiga lembaga, yakni SMA Zainul Hasan 1 Genggong, SMK Zainul Hasan Genggong, serta komunitas olahraga Bonex FC.
Melalui pertandingan yang dikemas dalam suasana kekeluargaan, para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membangun relasi dan memperkuat persaudaraan antarlembaga pendidikan yang berada dalam satu lingkungan pesantren.
Pertandingan badminton dan bola voli dipusatkan di lapangan SMK Zainul Hasan Genggong, sedangkan laga futsal berlangsung meriah di Lapangan Samba, Kraksaan.
Sorak dukungan dari para peserta dan penonton turut menambah semarak jalannya pertandingan yang berlangsung sportif dan penuh antusiasme.
Inisiator kegiatan, Muhammad Syaifuddin menjelaskan, pertandingan ekshibisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan atletik para pelajar.
“Pertandingan persahabatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarsiswa dan komunitas olahraga, sekaligus menjadi ajang pembinaan minat dan bakat di bidang olahraga,” ujar Bogel, sapaannya, Senin (25/5).
Menurutnya, olahraga merupakan sarana efektif untuk membentuk karakter generasi muda. Melalui pertandingan yang sehat dan kompetitif, para peserta belajar memahami pentingnya disiplin, kerja sama tim, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati, baik kepada lawan maupun rekan setim.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi para siswa untuk mengukur kemampuan yang selama ini ditempa melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah masing-masing.
Bertemu dengan peserta dari lembaga berbeda memberikan pengalaman baru yang berharga sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi berbagai kompetisi di masa mendatang.
Bogel menilai, kegiatan persahabatan olahraga antar lembaga pendidikan seperti ini perlu terus dikembangkan karena memberikan dampak positif yang luas.
Selain mempererat jaringan pertemanan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah produktif bagi pelajar untuk menyalurkan energi, kreativitas, dan potensi mereka melalui aktivitas yang sehat dan bermanfaat.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat membangun sportivitas, kerja sama tim, dan semangat kompetitif yang sehat di kalangan siswa serta komunitas olahraga,” pungkasnya. (*)












