Probolinggo,- Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Jumat siang (22/5/2026), melakukan uji fungsi Jembatan BH 374 di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Uji fungsi jembatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WIB dengan menggunakan dua lokomotif jenis CC 300 dengan total berat mencapai 180 ton.
Pengujian dilakukan dalam dua tahap, yakni uji statis dan uji dinamis. Pada uji dinamis, lokomotif dipacu dengan kecepatan 60 kilometer per jam saat melintasi jembatan.
Sementara pada uji statis, dua lokomotif berhenti di atas jembatan secara bertahap. Dimulai dari posisi 25 persen, 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen di badan jembatan.
“Uji fungsi ini cukup penting untuk mengetahui seberapa kuat dan berapa lama jembatan dapat digunakan. Selain itu, juga untuk mengetahui tingkat kelengkungan jembatan saat kereta api melintas,” kata Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta.
Jembatan BH 374 merupakan peninggalan era Djawatan Kereta Api pada tahun 1950-an. Pada tahun 2022, jembatan tersebut diperbarui dengan mengganti seluruh struktur rangka bajanya menjadi lebih besar dan baru.
Pembaruan itu dilakukan agar aliran sungai saat meluap dan berarus deras tidak mengganggu perjalanan kereta api yang melintas. Melalui uji fungsi, DJKA ingin memastikan jembatan dapat digunakan hingga 50 tahun ke depan.
“Dengan kekuatan beban jembatan mencapai 200 ton, serta hasil sementara dari uji fungsi yang dilakukan, performa jembatan masih dalam kondisi cukup baik,” imbuhnya.
Kedepan, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya akan kembali melakukan uji fungsi setiap empat tahun sekali untuk memastikan kondisi jembatan tetap aman dan layak digunakan. (*)












