Lumajang, – Sebanyak 380 visa jemaah haji asal Kabupaten Lumajang sempat tertolak pada tahap awal verifikasi oleh otoritas Arab Saudi. Penolakan itu dipicu persoalan teknis administratif seperti, ketidaksesuaian standar foto dan perbedaan penulisan nama antar dokumen.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Umar Hasan mengatakan, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses validasi data yang memang dilakukan secara ketat.

“Memang sempat ada sekitar 380 visa yang tertolak pada tahap awal, namun itu bagian dari proses validasi. Seluruhnya sudah kami tindak lanjuti dan saat ini telah terselesaikan dengan baik,” katanya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, verifikasi yang dilakukan otoritas Arab Saudi tidak bersifat formalitas, melainkan memastikan setiap data jemaah benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap ketidaksesuaian sekecil apa pun harus diperbaiki sebelum dokumen dinyatakan lolos.

“Ini menjadi pembelajaran penting bahwa ketelitian dalam administrasi sangat menentukan kelancaran proses secara keseluruhan,” kata Umar.

Dengan perbaikan tersebut, seluruh dokumen jemaah haji Lumajang yang berjumlah 1.256 kini telah dinyatakan lengkap 100 persen. Jemaah selanjutnya memasuki fase akhir persiapan, termasuk menunggu distribusi kartu nusuk dari Embarkasi Surabaya sebagai identitas digital yang terintegrasi dengan sistem layanan ibadah di Arab Saudi. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.