PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral RI menjamin bahwa pemasangan sambungan jaringan gas (Jargas) di wilayah Kabupaten Probolinggo aman. Sebab, jaringan gas rumah tangga melalui pipa yang disambungkan ke rumah warga hanya memiliki tekanan 0,3 bar atau ¾ dari tekanan korek api.
Pejabat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Arif Rahman mengatakan, tekanan rendah pada pipa sambungan itu membuat pipa tahan dari kebakaran meski terjadi kebocooran. Dengan catatan tidak, ada sumber api lain yang menyala disekitar kompor gas saat terjadi kebocoran.
“Dari hitungan yang ada, secara sistem meteralisasi tekanan maksimal hanya 0,3 bar atau lebih rendah dari tekanan korek api. Kalau pun terjadi kebocoran akan keluar suara dan nanti secara sistem meteran gas akan menstop jaringan gas,” terang Arif saat menjadi narasumber kegiatan Forum Diskusi di Kantor Kecamatan Tongas (10/10/2018).
Pejabat berkacamata ini menyebutkan, gas elpiji subsidi 3 kilogram yang beredar saat ini memiliki tekanan 20 bar atau setara dengan dua kali lipat tekanan gas pada ban mobil. Tekanan tinggi itu memang rentan menyebabkan kebakaran jika tidak segera diantisipasi dengan cara mencabut saluran gas kompor. Namun, jika segera di cabut, maka potensi kebakaran bisa dicegah.
“Itu yang terjadi pada gas elpiji 3 kilogram yang saat ini sedang ada di masing – masing rumah penduduk. Dulu di Surabaya saat mengawali program ini tahun 2015, banyak yang takut. Tapi sekarang lebih dari 60 persen penduduk Surabaya memanfatkan jaringan gas,” papar Arif.
Ia berharap, para kepala desa yang nantiya mendapatkan alokasi jaringan gas, dapat memberikan pemahaman kepada seluruh warga agar tidak takut pada pemasangan pipa gas. Hal itu sangat penting sebab jika menolak, maka akan diberikan berita acara penolakan pemasangan pipa gas.
“Jika beberapa bulan berikutnya ingin memasang pipa gas karena biaya pemakaian yang murah dan dirasakan manfaatnya, maka pemerintah akan mengenakan tarif pemasangan. Saat ini masih di subsidi pemerintah dengan bebas biaya pemasangan, khusus bagi warga yang tidak mampu,” tegasnya.
Terpisah, Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Kabupaten Probolinggo Santoso menyebutkan bahwa konstruksi jargas akan dilakukan pada 2019 mendatang. Alokasi untuk Kabupaten Probolinggo sejumlah 10 sambungan rumah yang tersebar di Kecamatan Sumberasih, Dringu dan Tongas.
“Kenapa pilihannya jatuh pada tiga kecamatan itu? Karena tiga kecamatan itu yang saat ini dilalui pipa induk gas milik Perusahaaan Gas Negara dan Pertamina selaku penyalur dan distributor gas di Indonesia. Tapi secara bertahap, program ini bisa memenuhi untuk seluruh kecamatan,” pungkas Santoso. (*)
Penulis : Mohammad Rochim
Editor : Efendi Muhammad













