Lumajang,- Peninggalan sejarah berupa situs Candi Agung di Dusun Krajan, Desa, Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, semakin tidak terawat.
Situs Candi Agung merupakan peninggalan Kerajaan Lamajang Tigang Juru. Sebenarnya, situs sejarah ini sering dikunjungi wisatawan maupun sejarawan dari berbagai kota.
Namun kini, situs Candi Agung berangsur sepi. Pengunjung mulai beralih ke peninggalan sejarah lainnya karena situs Candi Agung kondisinya mulai kumuh.
Selain tidak terawat, beberapa bagian candi ada yang runtuh, termasuk pagar sekeliling candi yang mulai rapuh.
Pegiat sejarah Laskar Patih Nambi (LPN) Randuagung, Rudi Endarto (36) mengatakan, setiap ada kunjungan selalu saja ia menerima keluhan dari para pengunjung.
Keluhan yang sampaikan meliputi kondisi jalan masuk hingga area sekeliling candi.
“Kebanyakan saat datang kesini tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Orang-orang yang ingin tahu langsung merasa kurang nyaman karena tempat dan jalannya kurang memadai,” kata Rudi, Jum’at (3/3/2023).
Menurut Rudi, kondisi ini sangat disayangkan karena dulu tempat itu sempat dicari wisatawan. Kini situs Candi Agung kondisinya semakin memprihatinkan, bahkan tak menutup kemungkinan dilupakan sebab peninggalan sejarah.
“Kalau dipasang pos-pos tersendiri untuk sebuah pajangan foto bangunan candi ini bisa membantu para pengunjung untuk bisa melihat bentuk asli Candi Agung,” harap dia.
Kini, Rudi dan komunitasnya tengah berusaha untuk menjaga keansihan sejarah ini. Karena menurutnya, Candi Agung merupakan bagian penting dari sejarah Lumajang yang harus lestari.
“Semoga kedepan ada perhatian dari pemerintah, agar Candi Agung ini tetap lestari,” pungkas Rudi. (*)
Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R













