PAJARAKAN,- Setelah ditangkap polisi, sosok Samsudin (46), warga RT 002 RW 001, Dusun Pengumban, Desa Gunung Geni, Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo mulai terbuka. Pelaku yang disangka memalak kepala desa dan perangkat desa itu pengangguran beristri dua, yang harus membayar cicilan kredit sepeda motor setiap bulan.

Hal ini diakui Samsudin saat ditemui di ruang penyidik di Mapolsek Pajarakan. Ia berterus terang, punya angsuran kredit sepeda motor kepada bank. Sedangkan sehari-harinya, ia masih belum mempunyai pekerjaan tetap alias pengangguran.

“Tidak punya sawah, tidak kerja, mau minta ke orang-orang (ngemis) malu harga diri saya. Jadinya saya minta ke para perangkat desa dan kepala desa,” kata Samsudin dengan wajah yang mulanya terlihat sangar kemudian tampak sayu, Kamis (11/11/2021).

Sementara untuk modus pemalakannya, lanjut Samsudin, semua pengakuannya kepada para kades dan perangkat desa lainnya yang sudah dipalak, hanyalah gertakan semata untuk dapat uang mambayar angsuran kredit sepeda motor Honda Beat warna silver miliknya.

“Bohongan saja, pas ke rumah kades atau perangkat desa, saya sampaikan kalau saya bawa teman-teman yang mau bekerja (mencuri, Red.). Tapi semua hanya untuk menakut-nakuti saja,” ungkap Samsudin memelas.

Sementara itu, Kapolsek Pajarakan, Iptu Sugeng Harianto mengatakan, sudah tujuh desa yang sudah kades dan perangkat desanya dipalak pelaku. Yakni, Desa Gejukan, Desa Karangpranti, Desa Karanggeger, Desa Sukokerto, Desa Pajarakan Kulon, Desa Ketompen dan Desa Selogudik Wetan.

“Semuanya diminta uang keamanan dari Rp1 sampai 2 juta. Tapi meskipun dikasih Rp25 ribu oleh pelaku tetap diambil. Sampai total dari seluruh uang hasil pemerasan itu terkumpul kurang lebih sebesar Rp2,5 juta,” kata Sugeng saat ditemui di ruangannya.

Diketahui, Polsek Pajarakan meringkus Samsudin (46), Selasa (9/11/2021) sore lalu. Ia diduga sering menarget uang (memeras) dengan dalih uang keamanan.

Pelaku diringkus di Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 19.00 WIB. Ia ditangkap setelah polisi dilapori pemerintah Desa Sukokerto, terkait perilakunya yang sering meminta uang keamanan. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.