Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan Kabar Gembira! Probolinggo Segera Buka Rute Pelayaran Langsung ke Lombok Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

Ekonomi · 22 Des 2020 13:35 WIB

Ekonomi Lesu, Perajin Mebel Tertolong Peti Jenazah


					Ekonomi Lesu, Perajin Mebel Tertolong Peti Jenazah Perbesar

BESUK-PANTURA7.com, Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga melanda Kabupaten Probolinggo, membuat sektor ekonomi lesu. Tak terkecuali bagi perajin mebel atau industri pengolahan kayu rumahan.

Seperti yang diceritakan Abdul Muni (64), perajin mebel asal Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Menurutnya, pademi Covid-19 membuat omset usahanya anjlok.

Para pemesan mebeler seperti kursi, meja, lemari hias atau lemari pakaian, nyaris tidak ada sama sekali. Tidak hanya pembeli lokal, konsumen dari luar daerah pun seperti kompak stop pesanan.

Dikatakan Muni, sebelum pandemi Covid-19, tiap bulan ia selalu menerima pesanan dan mengirim berbagai macam produk mebel dari luar daerah. Seperti ke Madura, Surabaya, Jogjakarta, Malang, Jember, Banyuwangi, Lumajang hingga Sulawesi.

“Biasanya (yang dikirim) bangku, kursi dan lemari dengan harga produk yang bervariasi. Paling murah kami jual seharga Rp 2 juta sampai ke atas, tergantung permintaan pesanannya juga,” kata Muni kala ditemui di mebelnya, Selasa (22/12/2020).

Agar usaha rumahannya tidak gulung tikar, mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini pun mencari cara. Saat itulah ia melihat bahwa kebutuhan peti mati meningkat akibat tingginya pasien Covid-19 yang meninggal, sebagai peluang mengembalikan geliat usahanya.

“Saya mendapat informasi bahwasanya pasien Covid-19 yang meninggal, itu dikubur pakai peti. Kami kemudian berinisiatif membuat peti jenazah, lalu ditawarkan ke berbagai rumah sakit. Alhamdulilah, responnya baik,” ceritanya.

Pensiunan guru ini dibantu sejumlah karyawannya kemudian memutuskan untuk memproduksi peti jenazah sejak Oktober 2020. Selama itu pula hingga kini, ia telah mengirim sedikitnya 35 peti jenazah ke sejumlah rumah sakit.

“Alhamdulillah usaha kami terselamatkan pesanan peti ini, kami buat jika ada pesanan dari rumah sakit. Untuk harganya, mohon maaf itu rahasia demi menjaga kesepakatan yang telah terjalin dengan pihak rumah sakit,” ungkap pria 4 anak ini.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto mengatakan, soal pemesanan peti jenazah, pihaknya memang memaksimalkan produk lokal daripada buatan luar daerah. Pertimbangannya, demi membantu memulihkan ekonomi masyarakat lokal.

“Pesanan peti, biasanya kami ambil dari produksi lokal. Karena kita ketahui sendiri, dampak pandemi bagi para pengusaha. Terlebih usaha mebel yang sudah tidak maksimal dalam memproduksi meja, kursi dan lainnya,” beber Sugianto. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 232 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebanjiran Order, Persewaan Baju Karnaval di Pasuruan Raup Puluhan Juta

24 Agustus 2025 - 17:18 WIB

Dari Dapur Nenek ke Meja Milenial, Makanan Tradisional yang Menyatukan Zaman

24 Agustus 2025 - 15:15 WIB

Target Luas Tanam Tembakau di Kabupaten Probolinggo Belum Tercapai

18 Agustus 2025 - 17:22 WIB

Harga Tembakau di Probolinggo Mulai Melonjak, Tembus Rp 66 Ribu/Kg

15 Agustus 2025 - 14:48 WIB

Klaim Kondisi Sedang Tidak Baik, Gudang Garam Paiton tak Jamin Beli Tembakau

14 Agustus 2025 - 18:53 WIB

Cegah Penimbunan, Satgas Pangan Sidak Produsen dan Agen Beras di Pasuruan

14 Agustus 2025 - 17:48 WIB

Momentum Kemerdekaan, Okupansi Hotel di Bromo Naik hingga 70 Persen

12 Agustus 2025 - 18:57 WIB

Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, BWI Probolinggo Masifkan Sosialisasi

12 Agustus 2025 - 18:02 WIB

Penjual Bendera Musiman Marak, Namun Omset Kini Turun

8 Agustus 2025 - 18:10 WIB

Trending di Ekonomi