Lumajang, – Pemutakhiran data kesejahteraan sosial berbasis pembagian kelompok masyarakat atau desil, menghadapi berbagai persoalan.
Di tengah tuntutan agar bantuan sosial semakin tepat sasaran, protes justru bermunculan. Bahkan nyaris semua daerah memiliki persoalan beragam.
Di Kabupaten Lumajang, pemerintah daerah mengakui tidak dapat mendeteksi secara langsung berapa jumlah warga yang mengalami perubahan desil melalui aplikasi yang digunakan.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lumajang, Indriono Krishna Murti mengatakan, perubahan desil warga tidak dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi.
“Memang kita tidak bisa mendeteksi berapa jumlah yang berubah desilnya. Secara aplikasinya tidak munculkan itu,” kata Indriono, Kamis (27/8/26).
Meski demikian, ia menyebut telah melakukan upaya pemutakhiran data melalui desa secara berjenjang.
“Dari proses tersebut, pemerintah daerah telah mengusulkan sekitar 1.500 pemutakhiran data,” klaimnya.
Jumlah itu, menurut Indriono, belum termasuk masyarakat yang mengajukan pemutakhiran secara mandiri melalui aplikasi.
Usulan masyarakat tersebut langsung masuk ke pemerintah pusat dan tidak tercatat dalam jumlah usulan yang diajukan Pemkab Lumajang.
Persoalan berikutnya muncul ketika warga telah mengajukan keberatan, tetapi perubahan data belum terlihat.
Ia mengaku belum memperoleh informasi secara langsung mengenai berapa banyak warga yang berada dalam kondisi tersebut.
“Kalau datanya itu belum terinfokan ke kita, hanya kita nanti mengupayakan pengecekan,” ujarnya.
Untuk mengetahui perkembangan pengajuan, petugas pendamping kemudian melakukan pengecekan data BNBA (by name by address) satu per satu.
Indriono menyebut, data tersebut tidak langsung terinformasikan dari pusat sehingga petugas harus memilih dan memeriksa data secara manual.
Di sisi lain, ia memastikan pemutakhiran tidak hanya dilakukan berdasarkan administrasi. Setiap pengusulan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui verifikasi faktual oleh petugas dan pendamping.
“Ketika ada pengusulan, kemudian kita masuk ke aplikasinya teman-teman petugas lapangan, pendamping. Terus teman-teman lakukan verfal di lapangan,” tuturnya. (*)












