Probolinggo, — Akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kian meluas.
Kebijakan ini memaksa sejumlah wisatawan memutar balik kendaraan mereka dan mengalihkan agenda liburan ke destinasi alternatif di sekitar kawasan tersebut.
Penutupan seluruh pintu masuk ditetapkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sejak Sabtu malam (8/8/26).
Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keselamatan para pengunjung sekaligus mengoptimalkan proses pemadaman api yang masih terus diupayakan oleh tim gabungan di lapangan.
Meski tidak dapat memasuki area lautan pasir maupun kawah, para wisatawan masih memiliki opsi untuk menikmati keindahan Panorama Bromo dari luar kawasan terdampak.
Wisatawan asal Probolinggo, Mamalini, mengaku sempat kecewa karena tidak bisa memasuki kawasan inti Bromo bersama rombongannya. Namun, ia memilih beralih mengunjungi spot di sekitar kawasan luar penutupan.
“Sebenarnya kecewa dengan adanya penutupan ini, namun apa boleh buat, semua karena adanya kebakaran. Karena Bromo ditutup, rencananya mau keliling-keliling ke Seruni Point dan Jembatan Kaca,” ujarnya.
Sementara itu, wisatawan asal Prancis Axel, menceritakan pengalamannya melihat kobaran api di area perbukitan pada malam hari yang sempat memicu rasa khawatir.
Meski begitu, ia tetap bersyukur masih bisa menikmati momen matahari terbit dari lokasi penginapannya, yang hanya berjarak tak sampai 2 kilometer dari kawah Bromo.
“Saya baru tiba kemarin sore, dan besok akan meninggalkan lokasi ini. Saya belum tahu rencana selanjutnya mau ke mana, namun tadi pagi saya sudah melihat matahari terbit,” tutur Axel.
Upaya pemadaman Karhutla oleh tim gabungan hingga saat ini masih berlanjut. Api yang membakar sekitar 520 hektar lahan, belum sepenuhnya terkendali.
Imbauan terus disampaikan kepada masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada serta mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (*)












