Probolinggo,– Belasan papan nama jalan di beberapa ruas jalan Kota Probolinggo raib digondo maling. Pemerintah daerah pun membawa kejadian itu ke ranah hukum.
Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR PKP), Selasa siang (28/4/2026), melapor ke Polres Probolinggo
Adapun belasan titik papan nama jalan yang raib dicuri berjumlah 11, yang diantaranya berada di Jalan Hayam Wuruk, Jalan dr. Saleh, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Wahidin dan Jalan Kaca Piring.
“Jadi, kedatangan saya ke Polres Probolinggo Kota ini untuk melaporkan hilangnya 11 papan nama jalan di beberapa ruas jalan. Diketahui, ornamennya juga dicuri,” kata Kepala DPUPR PKP Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti.
Rini menjelaskan, papan nama jalan beserta tiang dan ornamennya merupakan pengadaan tahun 2025 dan telah dipasang untuk menambah estetika penamaan jalan.
Sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), satu set tiang, ornamen, hingga pelat papan nama bernilai sekitar Rp4 juta. Sementara jika hanya pelat papan namanya saja, nilainya diperkirakan sekitar Rp1 juta.
Jika dikalkulasikan dengan 11 papan nama yang hilang, total kerugian akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab itu diperkirakan mencapai sekitar Rp11 juta.
“Tahun kemarin kami memasang 33 titik tiang papan nama. Setelah laporan ini, kami menunggu arahan dari Polres Probolinggo Kota,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt. Kasi Humas polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan akan segera ditindaklanjuti.
“Benar, hari ini ada laporan dari DPUPR PKP Kota Probolinggo terkait hilangnya beberapa papan nama jalan, dan selanjutnya akan kami tindak lanjuti,” beber dia.
Tak hanya papan nama jalan berbahan besi yang dilaporkan hilang, beberapa waktu lalu DPUPR PKP Kota Probolinggo juga menerima laporan kehilangan sejumlah tutup drainase yang terbuat dari besi.
Ironisnya, tutup drainase tersebut dipasang bersamaan dengan proyek preservasi dua ruas jalan, yakni Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman, yang rampung pada Desember 2025. (*)













