Jember,- Sebanyak enam jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Jember, dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci setelah meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Jember, Nur Sholeh, membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh jemaah yang wafat sebelumnya dalam kondisi sakit.
“Sudah ada enam jemaah yang meninggal sebelum keberangkatan,” ujarnya, Selasa (28/4/26).
Nur Sholeh menjelaskan, posisi keberangkatan para jemaah yang meninggal tidak dapat langsung digantikan oleh anggota keluarga pada musim haji tahun ini.
Hal itu disebabkan waktu keberangkatan yang sudah sangat dekat sehingga proses administrasi tidak memungkinkan.
“Penggantian oleh keluarga bisa dilakukan pada musim haji tahun berikutnya,” jelasnya.
Untuk mengisi kekosongan kuota, Kementerian Haji dan Umroh Jember memberangkatkan jemaah cadangan yang telah memenuhi persyaratan.
Tahun ini, sebanyak 13 jemaah cadangan dipastikan berangkat setelah melunasi biaya perjalanan haji.
“Yang terakhir ini ada 13 jemaah asal Jember. Empat orang akan bergabung dengan kloter Lumajang, sementara sembilan lainnya masuk kloter Jember,” kata Nur Sholeh.
Para jemaah cadangan tersebut juga telah mendapatkan manasik haji secara singkat di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Jember.
Mereka akan diberangkatkan dalam beberapa kelompok terbang (kloter) berbeda sesuai dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing.
Dengan adanya penggantian oleh jemaah cadangan, total jemaah haji asal Jember tahun ini mencapai 2.956 orang.
Pihak Kementerian memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi syarat administrasi dan kesehatan. (*)













