PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo kembali menangani kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur, Senin (4/11) sore.

Kali ini korbannya, SI (13), warga Kecamatan Pakuniran. Ia diduga diperkosa kakeknya sendiri, MIS (53). Akibat persetubuhan itu SI hamil sekitar enam bulan.

Kanit PPA Polres Probolinggo, Bripka Isyana Reny Antasari membenarkan, pihaknya menerima laporan kasus perkosaan anak di bawah umur. Terlapor dalam kasus itu adalah kakek dari korban sendiri.

“Waktu korban melapor didampingi pamannya sendiri,” kata Bripka Reni kepada wartawan, Rabu (6/11).

Dari keterangan korban, lanjut Reni, terlapor menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Kini korban tengah hamil enam bulan hasil perbuatan bejat kakeknya sendiri.

“Korban saat ini masih duduk di bangku SMP. Saat ini kami sudah menerima laporan itu dan akan kami tindak lanjuti,” ungkap Bripka Reny.

Menurut Reny, pelaku masih belum ditangkap. Sebab, pihaknya masih perlu melengkapi bukti dan keterangan atas kasus tersebut. Di antaranya ialah keterangan saksi dan hasil visum medis.

“Jika bukti tersebut nantinya sudah dinyatakan cukup, kami akan segera mengamankan pelaku.
Sekarang kami masih perlu mempelajari kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti,” tutur Reny.

Maraknya laporan kasus pemerkosaan itu, membuatnya geleng-geleng kepala. Terlebih, pada tahun 2019 laporan kasus perkosaan datang bertubi-tubi.

“Oktober kemarin itu sudah tinggi dengan empat korban di bawah umur. Kali ini rentang waktu laporan satu dengan yang lain sangat dekat. Hanya berjarak seminggu, kali ini juga sudah masuk November,” jelasnya.

Meski demikian, Reny berharap, maraknya laporan itu bisa mejadi pemicu korban pemerkosaan lain agar berani melapor. Itu agar tindak kekerasan seksual yang selama ini dipendam korban, segera terungkap.

“Banyak korban yang takut melapor karena diancam tersangka. Apalagi korban masih banyak yang di bawah umur dan tersangka juga masih orang terdekat korban,” ucap Reny. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: A. Zainullah FT